Home » Kolesterol » 7 Mitos Tentang Kolesterol, Jangan Mudah Percaya!

7 Mitos Tentang Kolesterol, Jangan Mudah Percaya!

Published On: November 6th, 2008/Categories: Kolesterol/5.5 min read/

Apakah kolesterol itu penyakit orang tua? Apakah anak-anak tidak mungkin terkena penyakit kolesterol? Mitos tentang kolesterol yang tersebar di dunia maya membuat informasi mengenai kolesterol menjadi rancu. Simak pembahasan tentang mitos seputar kolesterol yang tidak benar berikut ini.

1. Mitos: hanya orang gemuk yang berisiko memiliki kolesterol tinggi

Pernyataan ini jelas tidak benar, karena siapapun berisiko memiliki kolesterol yang tinggi. Mengutip dari Medical News Today, seorang kardiologis Dr. Edo Paz menjelaskan “Bahkan jika Anda memiliki berat badan yang sehat, kolesterol Anda bisa saja tidak normal. Faktor lain yang mempengaruhi kolesterol adalah makanan yang Anda makan, kebiasaan olahraga, apakah Anda merokok, dan berapa banyak alkohol yang Anda minum”.

Memang, jika Anda memiliki berat badan berlebih akan meningkatkan risiko kolesterol, namun ada banyak faktor lain yang mempengarungi, seperti genetik, konsumsi obat-obatan, fungsi tiroid, dan juga pola tidur.

2. Mitos: semua kolesterol itu buruk bagi kesehatan

Ada dua jenis kolesterol yang harus Anda ketahui:

  • LDL (low-density lipoprotein), inilah jenis kolesterol yang buruk bagi kesehatan. Jika kadar LDL dalam tubuh Anda tinggi, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
  • HDL (high-density lipoprotein), jenis kolesterol ini yang baik bagi tubuh. HDL dikeluarkan dari tubuh melalui hati. Kadar HDL yang tinggi dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Ketika terlalu banyak LDL, mereka akan menumpuk pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak. Jika plak terus menumpuk, tentu akan menyumbat pembuluh darah yang menyebabkan serangan jantung karena aliran darah terhambat.

3. Mitos: kolesterol tinggi hanya terjadi pada usia di atas 40 tahun

Ada yang disebut dengan familia hiperkolesterolemia (FH), yaitu kolesterol yang terjadi karena keturunan. Ini menunjukkan bahwa anak-anak pun bisa memiliki kolesterol yang tinggi juga. Bagi orang tua dengan kolesterol tinggi, ajak anak Anda untuk melakukan cek kolesterol pada usia minimal 2 tahun.

Jika anggota keluarga Anda tidak ada yang mengidap penyakit kolesterol, Anda disarankan untuk tetap rutin cek kolesterol 4-5 tahun sekali. Hal ini disarankan karena pola makan dan kebiasaan Anda bisa saja berubah pada rentang waktu tersebut dan mempengaruhi kadar lemak dalam darah Anda.

4. Mitos: makan telur ayam menyebabkan kolesterol

Telur ayam adalah sumber protein dan nutrisi yang sangat terjangkau. Secara alami telur ayam memang tinggi kolesterol, tapi kolesterol dalam telur tampaknya tidak meningkatkan kadar kolesterol.

Satu telur besar mengandung sekitar 186 mg kolesterol, yang semuanya ditemukan dalam kuning telur. Jika dalam pola makan Anda mengandung sumber kolesterol  yang sedikit, menurut beberapa penelitian, makan sebutir telur sehari mungkin masih tergolong aman.

Jika Anda suka telur tetapi tidak ingin kolesterol, konsumsi putih telurnya saja. Putih telur tidak mengandung kolesterol tetapi tetap mengandung protein. Anda juga dapat menggunakan pengganti telur bebas kolesterol, yang dibuat dengan putih telur.

5. Mitos: kolesterol tinggi hanya terjadi pada pria

Secara umum, antara usia 20 dan 55 tahun, pria cenderung memiliki kadar LDL lebih tinggi dan kadar kolesterol HDL lebih rendah daripada wanita. Namun, setelah usia 55 tahun, kadar kolesterol HDL wanita menurun dengan cepat, dan kadar LDL meningkat karena menopause.

Baik wanita dan pria, banyak faktor risiko yang mempengaruhi kolesterol tinggi, termasuk riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung, pola makan yang buruk, kebiasaan tidak sehat seperti merokok atau minum minuman keras, dan penyakit serta kondisi lain seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.

6. Mitos: durian sebabkan kolesterol tinggi

Selain aromanya yang tajam, buah durian sering digadang-gadang memiliki kolesterol yang tinggi sehingga dihindari banyak orang. Kenyataannya, banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa durian tidak memiliki kandungan kolesterol.

Menurut pernyataan Dr. Abel Soh dari Rafles Medical Group, durian mengandung lemak tak jenuh tunggal yang justru dapat membantu menurunkan LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida.

Meskipun begitu, Anda tetap harus membatasi konsumsi durian, bukan karena kolesterol melainkan karena kalori dan gulanya yang cukup tinggi.

7. Mitos: kolesterol hanya bisa diturunkan dengan obat

Konsumsi obat dari dokter adalah salah satu cara mengendalikan kadar kolesterol dalam darah Anda, namun ini bukan satu-satunya cara. Menjalankan pola makan yang sehat, rajin olahraga, dan meninggalkan kebiasaan buruk seperti merokok atau minum alkohol, juga dapat membantu turunkan kolesterol yang tinggi.

Jika dikombinasikan dengan baik, konsumsi obat dan diet kolesterol akan mengatasi masalah kelebihan kolesterol di dalam tubuh menjadi lebih mudah.

konsultasi ahli gizi gratis
  • Gupta, R., Sharma, M., Goyal, N. K., Bansal, P., Lodha, S., & Sharma, K. K. (2016). Gender differences in 7 years trends in cholesterol lipoproteins and lipids in India: Insights from a hospital database. Indian journal of endocrinology and metabolism20(2), 211–218. https://doi.org/10.4103/2230-8210.176362
  • [HOAKS] Makan Durian Bisa Sebabkan Kolesterol Naik?. Diakses pada 30 Sept 2022 dari https://www.kominfo.go.id/content/detail/17254/hoaks-makan-durian-bisa-sebabkan-kolesterol-naik/0/laporan_isu_hoaks
  • Five Myths About Durian. Diakses pada 30 Sept 2022 dari https://www.rafflesmedicalgroup.com/health-resources/health-articles/five-myths-about-durians/
  • Cholesterol Myths and Facts. Diakses pada 30 Sept dari https://www.cdc.gov/cholesterol/myths_facts.htm
  • Eggs: Are they good or bad for my cholesterol?. Diakses pada 30 Sept dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/expert-answers/cholesterol/faq-20058468#:~:text=Answer%20From%20Francisco%20Lopez%2DJimenez,fats%20and%20saturated%20fats%2C%20do
  • Eggs and Cholesterol — How Many Eggs Can You Safely Eat?. Diakses pada 30 Sept 2022 dari https://www.healthline.com/nutrition/how-many-eggs-should-you-eat#cholesterol-levels

Bagikan artikel ini:

Related Post

4 Comments

  1. payday loans 13 November 2009 at 5:35 am - Reply

    http://www.mymealcatering.com is very informative. The article is very professionally written. I enjoy reading http://www.mymealcatering.com every day.

  2. Lina M.R.S 30 December 2009 at 5:20 pm - Reply

    Kolesterol saya 220 dan mempengaruhi pendengaran saya.. kata dokter itu salah satu yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah ke telinga… Apakah kolesterol juga bisa menyebabkan sudden deafness (tuli mendadak)? Mohon penjelasan dan saran. Selain pola makan di atur, apakah akupuntur bisa membantu?
    Terimakasih.

  3. angelus 18 February 2010 at 2:59 am - Reply

    Saya suka banyak makan buah terutama anggur dan jeruk, jarang ganti menu , apakah ini baik ? Apakah havermoy benar dapat menurunkan kolesterol dan aman dimakan sebagai pengganti makan pagi dan makan malam ? Terima kasih

  4. Andie 11 January 2012 at 12:57 am - Reply

    That’s a smart way of tihnknig about it.

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

promo catering diskon 20%