1.Kebanyakan penderita diabetes tipe 2 bisa merasakan saat gula darah mereka semakin tinggi. Benar/salah?

Salah .

Diabetes tipe 2 sering merupakan silent disease. Anda mungkin merasa baik-baik saja meskipun secara kronis kadar gula darah yang tinggi dapat melakukan kerusakan serius pada tubuh Anda. Ketika menyangkut pemantauan diabetes, jangan mengandalkan perasaan Anda.  Jangan menunggu sampai cukup parah untuk menimbulkan gejala.

Setiap orang dengan diabetes perlu memonitor gula darahnya. Tanyakan kepada dokter Anda tentang seberapa sering Anda perlu memeriksa gula darah Anda.  Ini bervariasi bagi tiap orang, tergantung pada kesehatan dan obat-obatan yang Anda pakai.

2.Mengapa penderita diabetes  harus memakai sepatu dan sepatu yang nyaman?

Untuk mencegah cedera kaki.

Penderita diabetes bisa mengalami masalah kaki yang serius. Karena kerusakan saraf, mereka mungkin tidak merasakan sakit dari luka yang melepuh. Aliran darah yang buruk ke kaki bisa membuat luka lebih lambat sembuh dan lebih cenderung terinfeksi. Menderita diabetes dapat berarti Anda lebih rentan terhadap infeksi dan dapat menurunkan pertahanan tubuh terhadap pemulihan. Memakai sepatu yang aus, terlalu ketat, atau dibuat sembarang, meningkatkan resiko.   Anda tidak perlu membeli “sepatu ortopedi khusus untuk penderita diabetes”. Tapi berinvestasilah untuk  sepatu bagus yang nyaman di kaki, pas dengan baik dan punya cukup ruang, terutama di area jari kaki. Setiap malam sebelum tidur, periksa kaki Anda untuk luka, lecet, atau iritasi baru yang mungkin terjadi tanpa disadari.

3.Penderita diabetes dapat makan buah sebanyak yang mereka inginkan.

Benar/salah?

Benar,  buah merupakan bagian penting dari diet sehat. Tapi buah memang mengandung karbohidrat – beberapa jenis buah bahkan lebih banyak kandungan karbohidratnya – dan mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat bisa menyebabkan gula darah Anda terlalu tinggi. Seperti halnya makanan, perhatikan jumlah yang Anda makan.   Secara umum, pilihlah potongan buah yang lebih kecil dan pilih buah utuh dibanding olahan jus.  Selain itu, kontrol porsi sayuran bertepung, seperti kentang, ubi jalar, kacang polong, dan jagung. Bicaralah dengan dokter atau ahli diet untuk mendapatkan rencana makan sehat bagi Anda.