Ada tidak sih yang instan dalam hidup ini? Yang cepat, tak perlu makan waktu lama, tak perlu banyak upaya namun memberi hasil yang maksimal? Banyak.  Hasilnya bertahan berapa lama?  Mungkin sesingkat dan secepat arti kata ‘instan’ itu sendiri.

 

“Human are creatures of habit”.  Manusia adalah makhluk kebiasaan.  Kita terbentuk dari semua kebiasaan yang kita lakukan.  Kebiasaan-kebiasaan yang pada akhirnya akan juga membentuk karakter kita.  Mempengaruhi banyak aspek hidup dan masa depan kita.  Dalam pekerjaan, karir dan bisnis, hubungan interpersonal dan bermasyarakat, juga kehidupan pribadi kita.  Kualitas hidup yang terbentuk oleh banyak kebiasaan yang kita kembangkan sendiri.  Tidak pernah terbentuk dalam waktu semalam.  Tidak dapat langsung ‘jadi’ dan matang.

Semua orang tentu mendambakan kualitas hidup yang baik.  Baik yang bagaimana?  Seperti apa?  Tiap individu pasti memiliki tolak ukur dan standar berbeda.  ‘Baik’ yang hanya dipandang dari sudut pandang materi, non-materi, atau keduanya?  Ada ungkapan bahwa “kesehatan adalah harta yang tak ternilai harganya”.  Apakah itu berarti hal-hal non-materi memiliki nilai yang jauh lebih berarti?  Ada kalanya, saat kesehatan itu sudah hilang, tak peduli seberapa banyak materi yang dimiliki seseorang, ia tak bisa begitu saja ‘membelinya’ kembali.  Sama seperti semua aspek hidup lainnya, kesehatan yang baik tidak dapat kita peroleh tanpa membangun kebiasaan yang juga baik.   Kebiasaan yang terus menerus dilakukan secara berkesinambungan.  Kebiasaan yang jelas tak akan pernah didapat dalam sekejap.  Dan bicara soal kualitas hidup, bayangkan betapa banyaknya kebiasaan baik yang harus dibangun dari semua aspek hidup kita untuk mewujudkannya.

Harus mulai darimana?

Satu persatu.  Contohnya, urusan kesehatan.  Jika menginginkan gaya hidup yang sehat,  otomatis semua pilihan dan kebiasaan yang dilakukan juga harus sehat.  Untuk mendapatkan manfaat yang bertahan lama, tidak mungkin melakukannya secara instan atau hanya dalam waktu singkat.  Tidak hanya satu dua hari atau sekian minggu dan bulan saja.  Tapi seumur hidup.  Wah, terdengar sulit ya? Belum apa-apa rasanya sudah mau menyerah saja deh.  Mungkin itu yang tebersit di benak anda.

Sebetulnya, tidak sesulit yang anda bayangkan.  Tahukah Anda bagaimana memulai kebiasaan?  Dimulai dari satu.  Satu langkah.  Satu hari.  Fokus hanya pada satu hari.  Lalu anda lakukan setiap hari.  Terus berulang hingga itu menjadi kebiasaan dan bagian hidup anda.  Sama seperti pilihan aspek hidup yang ingin diperbaiki.  Dimulai satu persatu.  Ada satu teori yang berpendapat bahwa untuk membentuk kebiasaan baru diperlukan waktu selama 21 hari.  Namun berapapun bilangan hari yang diperlukan, kurang atau lebih dari 21, semua akan selalu berawal dari hitungan ‘satu’.  Jika ada pernyataan “kebiasaan buruk sullit diubah”, mungkin sekarang saatnya berpikir: apa bedanya dengan kebiasaan baik kalau begitu? Dapatkah kita memiliki kebiasaan baik yang sulit diubah juga? Baik dan buruk suatu kebiasaan, itu toh sebetulnya sama-sama ‘kebiasaan’.  Jadi, jika yang buruk dinilai sulit dihilangkan, harusnya yang baik juga bisa memiliki efek yang sama kan? Kenapa kebiasaan buruk dianggap selalu lebih sulit dibuang dibanding yang baik?

Kebiasaan terkait erat dengan rutinitas sehari-hari.  Dan dalam gaya hidup sehat, hal itu ditunjang oleh banyak faktor.  Dari kecukupan istirahat, olahraga, aktifitas, relaksasi, dan ragam faktor lain yang pasti sudah sering anda dengar.  Anda juga mungkin sudah mengetahui cukup banyak informasi seputar apa saja yang berguna dan berdampak baik bagi tubuh, jiwa, bahkan bagi sisi spiritual anda.  Lantas, kebutuhan mendasar apa yang harus kita temui dan hadapi tiap hari selain sandang dan papan, yang dampaknya berkaitan langsung dengan kesehatan kita?  Ya,  pangan.  Makanan yang kita perlukan sekian kali dalam sehari.  Tidak hanya satu kali. Kebutuhan yang akhirnya mendapat perhatian sedikit lebih banyak daripada kebutuhan mendasar lainnya.  Tak hanya  jenis makanannya saja yang penting, namun juga pola makan yang kita miliki.  Kebiasaan makan.  Jenis makanan dapat mengalami banyak perubahan tergantung letak geografis dan banyak faktor lain, tapi tidak demikian dengan pola makan.  Pola atau kebiasaan makan sehat, dapat juga membawa anda ke arah gaya hidup sehat, seumur hidup.

Untuk dapat mengetahui secara pasti pola makan seperti apa yang tepat bagi tiap individu, pemeriksaan medis secara berkala dan konsultasi pada ahli gizi atau dietisien akan sangat membantu.  Ini akan membuat langkah ‘pertama’ anda lebih terarah.  Tidak lagi membuang banyak waktu untuk mencari dan menyaring informasi yang banyak beredar, juga tidak lagi menghabiskan banyak upaya untuk uji coba.  Anda akan langsung mendapatkan arahan terbaik untuk diet dan pola makan yang sesuai dengan kondisi tubuh anda dan target tertentu yang ingin anda capai.  Target untuk memperbaiki kondisi kesehatan, mencapai bobot tertentu, atau untuk mempertahankan dan menjaga kesehatan anda.  Tiap orang memiliki kondisi dan target berlainan.  Tidak ada yang sama 100%.  Itu sebabnya penting untuk mengetahui apa yang terbaik bagi diri kita sendiri dan tidak mentah-mentah menerapkan ragam diet serta pola makan yang ada begitu saja.  Alih-alih sehat dan target tercapai, hasilnya mungkin akan lain dengan apa yang diharapkan.

Orang berkata bahwa untuk memulai sesuatu yang baru, mengambil langkah pertama, kadang menjadi hal tersulit yang harus mereka lalui dibandingkan langkah-langkah berikutnya setelah mereka terbiasa.  Apalagi jika itu berkaitan dengan mengubah kebiasaan buruk dan mencoba untuk memulai kebiasaan yang baik.  Banyak yang berhasil memotivasi dirinya sendiri, namun banyak pula yang memerlukan dukungan dan bantuan dari orang terdekat, keluarga, atau bantuan ahli dan tenaga profesional.

Perubahan dimulai dari satu.  Satu langkah.  Satu individu.  Anda sendiri.  Apapun pilihan anda, ingatkan diri anda bahwa langkah pertama tersebut akan tetap perlu diambil untuk membentuk kebiasaan dan gaya hidup yang lebih baik.  Gaya hidup sehat yang tidak instan, dengan hasil dan manfaat yang akan dapat dinikmati seumur hidup anda.

 

Siap memulai kebiasaan baru?  Kebiasaan baik yang bermanfaat bagi kesehatan dan hidup anda?

Pastikan hitungan ‘satu’nya dimulai dengan itikad dan upaya terbaik, dengan atau tanpa bantuan sekalipun.

Dan jika anda memilih untuk mendapatkan bantuan dari ahlinya, kami hadir di sini untuk mendampingi anda mengambil langkah pertama, dan memastikan anda akan sanggup melanjutkannya sendiri tanpa dibantu, seumur hidup anda.

— Penulis:  M Rusli

 

mymeal soon