Home » Hipertensi » Apakah Penderita Darah Tinggi Boleh Vaksin?

Apakah Penderita Darah Tinggi Boleh Vaksin?

Published On: September 22nd, 2021/Categories: Hipertensi/3.2 min read/

Pada waktu sebelumnya masyarakat dengan penyakit hipertensi atau darah tinggi tidak diperbolehkan mendapat vaksin COVID-19, namun berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid, dan Penyintas COVID-19, serta Sasaran Tunda, masyarakat dengan penyakit bawaan tertentu sudah diizinkan untuk mendapatkan dosis vaksin.

Bagi sebagian orang atau bahkan Anda sendiri mungkin masih meragukan keamanannya. Pasalnya, penelitian mengenai pencegahan dan juga perawatan pasien masih terus dikembangkan. Kurangnya penelitian di masa awal pandemi membuat dokter tidak ingin mengambil resiko dengan memperbolehkan orang dengan penyakit bawaan menerima dosis vaksin.

Hingga saat ini, masyarakat dengan riwayat penyakit seperti diabetes, hipertensi, penyandang kanker, penyandang autoimun sudah diperbolehkan mendapat dosis vaksin setelah dikonsultasikan dengan dokter yang merawat.

Syarat Penderita Darah Tinggi Mendapat Vaksin

Berdasarkan Surat Edaran kementrian Kesehatan yang sudah disebutkan di atas, penderita darah tinggi boleh vaksin asalkan memenuhi syarat, salah satunya dengan tekanan darah dibawah 140/90 mmHg. Dilansir dari Halodoc, ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tonang Dwi Ardyanto, mengungkapkan angka itu bisa dilonggarkan menjadi 180/110 mmHg. Setelah vaksinasi berjalan hampir 1.000 orang, tidak banyak kejadian negatif yang terjadi sehingga aturan maksimal tekanan darah dapat berubah.

Ketika di meja skrining, peserta vaksin harus di tes dahulu tekanan darahnya dan jika mendapat angka di atas 180/110 mmHg peserta diperbolehkan untuk menunggu dahulu selama 30 menit hingga 1 jam untuk kemudian dilakukan tes kembali. Tujuannya untuk melihat apakah tekanan darah yang tinggi ini dapat menurun dan lebih stabil. Jika setelah tes kedua tekanan darahnya masih tinggi, peserta harus pulang dan menunda vaksinasinya.

Selama menunggu vaksinasi berikutnya, peserta yang memang memiliki penyakit darah tinggi dianjurkan untuk konsumsi obat yang sudah diresepkan dokter dan mengkonsumsi makanan sehat yang membantu mengontrol tekanan darah.

Persiapan Penderita Darah Tinggi Sebelum Vaksin

Salah satu faktor gagalnya peserta vaksin mendapat dosisnya adalah tidak lolos skrining tekanan darah yang lebih dari 180/110 mmHg. Berikut ini tips yang dapat MyMeal berikan, baik untuk penderita darah tinggi ataupun bukan, sebagai persiapan untuk menghindari tekanan darah tinggi saat skrining pemeriksaan kesehatan.

1. Mengelola stres

Salah satu penyebab darah tinggi adalah stres dan kondisi emosi yang tidak stabil. Dikutip dari Hellosehat, naiknya tekanan darah secara tiba-tiba dan berlangsung lama akibat stres bisa menyebabkan masalah pada pembuluh darah dan penyakit jantung. Hormon stres yang dilepaskan oleh tubuh bisa merusak pembuluh darah dan memaksa jantung untuk memompa darah lebih keras, sehingga detak jantung pun bergerak lebih cepat.

Oleh karena itu jika Anda mulai merasa cemas atau stres, yang bisa jadi karena takut akan suntikan, lebih baik Anda mengalihkan pikiran dengan cara mendengarkan musik dan tenang, melakukan meditasi, atau melakukan hobi lain yang membuat Anda lebih rileks.

2. Melakukan olahraga secara teratur

Olahraga secara teratur dapat membuat kinerja jantung lebih kuat dan lebih baik dalam memompa darah sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah di arteri. Cukup lakukan 150 menit olahraga sedang, seperti berjalan kaki, yang rutin dilakukan setiap minggu dapat membantu menurunkan tekanan darah dan membuat jantung lebih sehat. Dari laman covid19.go.id menyebutkan bahwa berolahraga dengan rutin sesuai kapasitas tubuh masing-masing dapat membantu menghindari tekanan darah tinggi.

3. Perhatikan asupan makanan

Bagi penderita darah tinggi disarankan untuk mengurangi konsumsi garam.  Asupan garam (natrium) yang tinggi dapat menahan air di dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan volume air dalam pembuluh darah meningkat sehingga tekanan di pembuluh darah pun naik. Untuk mengakali makanan yang mungkin akan terasa hambar, dapat diganti dengan rempah-rempah lain serta memperbanyak sayur dan buah segar yang tinggi serat.

Untuk Anda yang memiliki penyakit darah tinggi hingga melebihi 180/110 mmHg, disarankan Anda rutin mengkonsumsi obat yang diresepkan dokter, selain itu penting juga untuk menjalankan diet hipertensi atau rendah garam untuk membantu menormalkan tekanan darah Anda.

Jadi penderita darah tinggi boleh vaksin asalkan memperhatikan syarat kesehatan tertentu. Jika memang Anda tidak diperbolehkan vaksin oleh dokter, Anda tetap dapat membantu pandemi segera berakhir dengan di rumah saja dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat jika harus keluar rumah.

Bagikan artikel ini:

Related Post

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.