Home » Diet » Cara Menghitung IMT untuk Mengetahui Berat Badan Ideal

Cara Menghitung IMT untuk Mengetahui Berat Badan Ideal

Published On: November 24th, 2022/Categories: Diet/3.9 min read/

Memiliki berat badan yang ideal merupakan upaya untuk menjaga kesehatan tubuh. Pasalnya, jika berat badan berlebih atau kurang, kita bisa rentan terkena penyakit karena ketidakseimbangan nutrisi dalam tubuh. Salah satu cara mengetahui berat badan ideal adalah dengan nilai IMT. Apakah Anda sudah tahu bagaimana cara menghitung IMT yang benar?

Apa itu Pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT)?

Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) adalah salah satu cara untuk mengetahui berat badan ideal berdasarkan tinggi badan. IMT berperan sebagai tahapan awal untuk mendeteksi apakah berat badan seseorang termasuk kurang, normal, atau berlebih.

Berat badan yang kurang berisiko terhadap penyakit seperti anemia, kurang gizi, dan osteoporosis. Kelebihan berat badan pun sama, meningkatkan risiko penyakit diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Rumus yang digunakan untuk menghitung IMT adalah:

  • IMT = Berat Badan (kg) : Tinggi Badan (m)²

Anda juga bisa menghitung IMT langsung di kalkulator BMI online yang sudah banyak tersedia di internet.

Hasil perhitungan IMT dapat menjadi gambaran awal apa yang harus Anda lakukan untuk mencapai berat badan ideal. Namun perhitungan ini tidak mutlak dan tetap harus konsultasi dengan dokter atau ahli gizi Anda untuk tindakan selanjutnya.

Dari laman Kementrian Kesehatan, ada 5 kategori dari hasil perhitungan IMT yaitu:

  • Berat badan kurang (Underweight), yaitu IMT < 18,5
  • Berat badan normal, yaitu IMT = 18,5 – 22,9
  • Kelebihan berat badan (Overweight) dengan risiko, yaitu IMT = 23 – 24,9
  • Obesitas, yaitu IMT = 25 – 29,9
  • Obesitas tingkat II, yaitu IMT > 30

Contoh, jika Anda memiliki tinggi badan 170 cm (1,7 m) dan berat badan 55 kg, maka hasil IMT Anda adalah 19 yang artinya berat badan normal. Jika Anda memiliki tinggi badan 170 cm (1,7 m) dan berat badan 75 kg, maka hasil IMT Anda adalah 25,9 yang artinya Anda termasuk obesitas.

Perlu diingat bahwa cara menghitung IMT dan kebutuhan kalori itu berbeda. Jika dalam IMT kita hanya butuh data berat dan tinggi badan, untuk mengetahui kebutuhan kalori perlu tambahan data tingkat aktivitas.

Bagaimana Cara Menghitung IMT Anak?

Rumus dan cara menghitung IMT anak sama dengan orang dewasa, namun perlu disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin seperti yang digambarkan pada Kartu Menuju Sehat (KMS).

Kartu Menuju Sehat untuk mengukur IMT anak

Foto: Orami

Setelah ditimbang berat badan dan diukur tinggi badan anak, dokter atau petugas kesehatan akan memberi tanda titik pada KMS. Letak titik inilah yang menentukan apakah berat badan anak sudah ideal atau belum. Berikut cara membaca lokasi titik pada KMS.

  • Titik di bawah garis merah: anak mengalami kurang gizi ringan.
  • Titik pada area warna kuning: anak mengalami kurang gizi ringan.
  • Titik pada area warna hijau: anak dalam status gizi baik atau berat badan normal.
  • Titik di atas warna hijau tua: anak memiliki berat badan di atas normal.

Bagaimana Selanjutnya?

Mempertahankan berat badan yang sehat itu penting untuk membantu mengurangi risiko terkena penyakit lain yang lebih membahayakan kesehatan.

Sejatinya, berat badan yang ideal tidak hanya diukur dari IMT, namun harus diketahui usia, jenis kelamin, massa otot, lemak tubuh, dan aktivitas yang dikerjakan sehari-hari.

Contohnya ibu hamil yang pasti memiliki nilai IMT tinggi karena tambahan berat badan dari janin dalam perut ibu. Namun hal ini tentunya tidak menjamin bahwa ibu mengalami obesitas. Gunakan IMT hanya sebagai gambaran awal dan Anda tetap harus melakukan medical check-up untuk mengetahui tingkat kesehatan Anda.

Bila Anda telah mencapai berat badan ideal, pertahankanlah dengan menjaga pola makan yang bergizi seimbang serta dukung dengan olahraga yang teratur. Namun bila Anda masih berusaha mencapai berat badan ideal, MyMeal Catering siap membantu Anda dengan paket catering diet yang bergaransi turun hingga 6 kg.

Catering diet MyMeal menghadirkan menu-menu sehat tanpa MSG yang bisa disesuaikan dengan kondisi dan selera Anda (personalized). Paket catering diet terdiri dari 3x makan dan 2x snack yang akan diantarkan gratis 3x sehari, sehingga makanan dapat Anda terima dalam keadaan segar.

Anda juga bisa konsultasi diet gratis untuk mendapatkan arahan diet yang tepat dari ahli gizi MyMeal. Yuk, mulai sehat Anda sekarang juga!

konsultasi ahli gizi gratis

  • Klasifikasi Obesitas setelah pengukuran IMT. Diakses dari https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/klasifikasi-obesitas-setelah-pengukuran-imt
  • So TY, Farrington E, Absher RK (June 2009). “Evaluation of the accuracy of different methods used to estimate weights in the pediatric population”. Pediatrics. 123 (6): e1045–51. doi:10.1542/peds.2008-1968. PMID 19482737. S2CID 6009482.
  • Devine, Ben J (1974). “Gentamicin therapy”. Drug Intell Clin Pharm. 8 (11): 650–5. doi:10.1177/106002807400801104. S2CID 80397846.
  • Keys A, Fidanza F, Karvonen MJ, Kimura N, Taylor HL (July 1972). “Indices of relative weight and obesity”. Journal of Chronic Diseases. 25 (6): 329–343. doi:10.1016/0021-9681(72)90027-6. PMID 4650929.
  • BMI Classification. Global Database on Body Mass Index. World Health Organization. 2006. Archived from the original on April 18, 2009. Retrieved July 27, 2012.
  • Kromeyer-Hauschild, K. & Wabitsch, M. & Kunze, D., et al. (2001). Percentiles of body mass index in children and adolescents evaluated from different regional German studies. Monatsschrift Kinderheilkunde. 149. 807-818.

Bagikan artikel ini:

Related Post

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

promo catering diskon 20%