Ini Dia Dampak Negatif Tidur Setelah Sahur Bagi Kesehatan

By Published On: May 10th, 2021

Setelah memasuki bulan ramadhan, tidak sedikit orang yang mengalami perubahan siklus tidur karena harus bangun lebih awal untuk makan sahur. Karena hal tersebut sebagian orang lebih memilih untuk tidur lagi setelah shalat subuh karena tidak kuat menahan kantuk. Padahal, kita disarankan untuk tidak langsung tidur setelah makan sahur. Bahkan, penelitian menyarankan agar kita setidak-tidaknya menyisakan waktu 2-3 jam antara waktu terakhir kita makan dan sebelum kita tidur.

Untuk itu, kita harus memiliki kiat-kiat agar kita tidak jatuh tertidur seusai sahur. Rasa kantuk pun harus dapat kita tanggulangi agar menjadi energi untuk beraktivitas seharian penuh, terutama ketika kita harus menunggu hingga jam berbuka tiba. 

Apa saja dampak buruk tidur setelah makan sahur?

Dampak buruk tidur setelah sahur berupa berbagai risiko terkena penyakit ataupun gangguan saat beraktivitas dan penurunan kualitas tidur. Beberapa gangguan tersebut, antara lain:

1. Penurunan kualitas tidur

Bila kita langsung tidur setelah sahur, maka kita akan terlalu kenyang dan tidak dapat tidur dengan nyenyak. Terlebih lagi, saat sahur kita biasanya mengkonsumsi makanan pedas, asam, manis dan minuman berkafein. Padahal, jenis-jenis makanan tersebut berkualitas rendah. Jadi, kualitas tidur kita pun akan menurun bila kita tidur setelah sahur.

Selain makanan di atas, mengkonsumsi makanan berat dalam porsi besar saat sahur pun dapat menyebabkan perut kita terasa kembung, bergas, dan sakit perut. Oleh karena rasa mulas dan berbagai gangguan pencernaan ini lah kita akan semakin kesulitan tidur nyenyak.

2. Penambahan berta badan

Menurut UPMC Digestive Disorders Center, bila kita tidur setelah sahur, artinya kita tidak menyediakan waktu bagi tubuh kita untuk membakar kalori yang baru saja kita konsumsi. Berat badan pun akan mudah bertambah karena endapan kalori dan komponen lainnya yang tidak sempat kita bakar terlebih dahulu. Oleh karena itu, kita sebaiknya tidak kembali tidur sehabis sahur.

3. Asam Lambung (acid reflux dan GERD)

Refluks asam atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi di mana cairan asam di dalam lambung mengalami refluks atau naik kembali ke saluran esofagus atau saluran kerongkongan. Menurut Alodokter, penyebabnya adalah cincin atau katup pada bagian bawah kerongkongan yang mengalami pelemahan sehingga tidak dapat menutup cairan asam dari lambung sepenuhnya.

Beberapa gejala GERD adalah kesulitan menelan, gangguan pernapasan, suara sesak, mual dan muntah, sakit tenggorokan, keluarnya isi lambung tanpa disadari, gangguan tidur, dan kerusakan gigi karena terkena asam lambung.

Selain tidur setelah sahur, beberapa kebiasaan yang memperbesar kemungkinan terkenanya penyakit GERD adalah obesitas, tertundanya pengosongan lambung, diabetes, scleroderma (gangguan jaringan ikat), asma, merokok, kehamilan, dan hernia hiatus (kondisi di mana usus mendorong hingga ke dinding dada).

4. Perut mulas akibat pencernaan yang terganggu (dyspepsia)

Salah satu dampak buruk jika tidur setelah makan adalah munculnya berbagai macam gangguan pencernaan. Adapun, gangguan pencernaan yang dimaksud dapat berupa sakit perut, perut kembung, perut mudah kenyang, dan rasa terlalu kenyang pada perut. 

Gangguan pencernaan tersebut biasanya diakibatkan oleh makan terlalu banyak, makan terlalu cepat, makan makanan yang berlemak dan pedas, dan mengkonsumsi terlalu banyak minuman yang mengandung kafein, alkohol, maupun minuman bersoda. 

Tentunya, bila kita tidur setelah makan, kemungkinan bagi kita untuk terkena gangguan pencernaan akan menjadi lebih besar. Maka dari itu, kita harus menghindari tidur setidak-tidaknya 2-3 jam sejak kita sahur.

 

 

 

Bagikan artikel ini

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.