Catering Surabaya

MyMeal Catering kini memiliki 6 dapur pengolahan. Salah satunya ada di kota Surabaya. Satu dapur berpusat di kota Tangerang, sisanya tersebar di Jakarta,  dan Bandung.

CATERING SURABAYA Gengsi? Prestise?

Ah, jangan pilih yang itu, pilih yang lain aja, nah yang ini lebih bergengsi nih. Lebih terkenal. Liat tuh endorsers-nya.
Bagus sih, tapi yang itu basi angkatan lama, liat aja profil kebanyakan pelanggannya. Mending yang kekinian nih, yang lagi trend sekarang.
Bagus gak? Layanannya bener gak tuh? Belum pernah denger seh.
Sebetulnya, apa ?sih f? aktor utama yang dianggap menambah gengsi seseorang? Yang terkenal dan sesuai tren, harga luar biasa tinggi, banyak dipakai orang terkenal dan kalangan tertentu, atau fokus pada yang kualitasnya melebihi standar?
Ada produk terkenal tapi kualitas standar. Ada pula produk berkualitas diatas standar, tapi ternyata tidak terlalu dikenal. Nah, jadi jika ditanya ulang, produk yang bergengsi dan prestisius itu sebetulnya yang seperti apa? Idealnya mungkin bisa terkenal sekaligus berkualitas diatas standar, ya. Benarkah?
Kita kembali samakan halaman dulu ya. Halaman pertama dan paling dasar. Kita pakai saja acuan kamus sebagai pihak netral urusan istilah tadi. Kata Kamus Besar Bahasa Indonesia, bukan kata kita, tentu saja, prestise dan gengsi itu artinya:

prestise/pres·ti·se/ /préstise/ n wibawa (perbawa) yang berkenaan dengan prestasi atau kemampuan seseorang?: ?korupsi yang telah membudaya ini sangat memalukan dan menjatuhkan — bangsa di mata internasional;
gengsi/geng·si/ /géngsi/ 2 kehormatan dan pengaruh; harga diri; martabat: ?tindakannya hanya untuk menjaga — nya?;
bergengsi/ber·geng·si/ v mempunyai gengsi: ?di beberapa pertandingan ~ yang bertaraf internasional, ia selalu keluar sebagai juara
Dalam bahasa Inggris sebetulnya mungkin bisa lebih sederhana. Cukup ?pride d? an ?prestige. Ada kaitan ego dalam kata gengsi. Kebanggaan. Kadang penyandangnya dianggap merasa punya kualitas yang lebih superior dibanding yang lain. Sementara prestise, dikenal orang karena memang kualitas diatas standarnya. Prestise memiliki kualitas “diatas standar” yang memang diakui. Diakui oleh pihak atau badan yang kredibel, berwenang untuk menguji dan mengevaluasi, yang pada akhirnya juga diakui oleh orang banyak. Tidak selalu demikian dengan gengsi. Teorinya kira-kira seperti itu. Tentu saja kadang tetap kenyataannya bisa jadi berbeda. Pernahkahmenemukansesuatuyangberhasilmendapatkanatributbergengsi,dinilai dapat memberikan ‘gengsi’ tersendiri pada pemakai atau pengguna, meski sebenarnya tidak berbanding lurus dengan kualitasnya? Bagaimana pendapat anda? Apa kira-kira yang akan membuat anda menilai produk tertentu jadi bergengsi, prestisius (atau tidak), dan seterusnya? Cukupkah dengan hanya mempertimbangkan faktor “terkenal”? Melakukan sedikit penelitian kecil dengan mencari tahu latar belakang, ulasan, kesaksian pelanggan, dan ini itu lain? Berpatokan pada harganya? Atau apa?
Salah satu efek positif perkembangan zaman, teknologi, aplikasi dan sosial media adalah banyaknya kemajuan dan pilihan produk yang dapat kita cermati, pelajari, lalu nikmati. Lebih mudah didapatkan. Semudah klik tombol. Tinggal pilih lalu tekan. Pembayaran juga jadi jauh lebih cepat. Pilihan produknya segudang. Sangat banyak. Sangat beragam. Belum lagi yang serupa tapi tak sama. Mirip-mirip. Hanya beda tipis. Seolah saling tiru. Namun, kadang banyaknya pilihan tidak selalu mempermudah pembeli juga. Jika si pembeli tidak memiliki referensi tertentu, alih-alih mendapatkan produk yang tepat, berakhir dengan produk yang bahkan di bawah ekspektasi. Pada akhirnya, pembeli akan hanya tertarik pada yang sudah jelas dan terbukti, jika ada. Padahal bicara soal bukti, ‘waktu’ biasanya akan jadi faktor utama. Pembuktian suatu kualitas biasanya tidak hanya dapat berlaku sebentar. Akan jadi terdengar tidak adil bagi yang baru merintis, ya. Bagi mereka yang bahkan belum lolos dari lima tahun pertama. Tapi justru itu juga selalu menjadi tantangan bagi mereka yang sudah berjalan lama. Lha,? pada akhirnya jadi sama saja?
Tidak juga. Kunci penentu, kembali ke pembeli itu sendiri tampaknya. Menentukan apa prioritas utama yang mereka butuhkan dari satu produk/jasa tertentu. Mereka yang jadi harus memiliki standar sendiri untuk setiap kebutuhan mereka. Tidak mentah-mentah ‘menyerahkannya’ pada sekitar, orang banyak, atau penilaian sembarang orang. Lantas bagaimana jika sudah terkait kebutuhan dasar, terutama kebutuhan yang khusus pula? Dalam

hal ini, urusan makanan. Pangan. Masihkah gengsi, prestise, dan faktor tren tadi akan tetap berperan?
MyMeal Catering berawal dari misi untuk memenuhi kebutuhan dasar yang khusus. Menyadari penting dan sulitnya pemenuhan kebutuhan makanan untuk kondisi kesehatan tertentu. Dari sana lahirnya layanan jasa ?personalized mereka. Layanan yang akhirnya berkembang tidak hanya melayani kebutuhan pelanggan perorangan namun juga ke pihak perusahaan, diantaranya, rumah sakit. Tuntutan standar yang harus dilewati akhirnya jadi berbeda dari sekedar standar sebagai penyedia jasa katering kesehatan umum. Khusus untuk layanan pihak rumah sakit, jasa yang diberikan memang terbilang seperti di balik layar. Tidak akan mudah dikenal atau diketahui umum karena pemakai jasanya bukan perorangan. Padahal untuk lolos standar sebagai penyedia jasa katering bagi para pasien, tentu saja tidak bisa sembarang. Pengalaman tersebut telah memperkaya MyMeal Catering dan membawanya berjalan hingga belasan tahun. Diberi kesempatan hingga belasan tahun melayani sekian banyak individu baik perorangan maupun perusahaan dan para pasien pihak rumah sakit, telah mereka anggap sebagai pengakuan tersendiri. Pengakuan yang datang dari para pihak pelanggannya. Dari tiap sertifikat dan kelolosan uji ini itu yang mereka dapatkan. Dari tiap syarat dan kualifikasi yang berhasil dipenuhi. MyMeal mungkin tidak terlalu dikenal orang. Bukan pula masuk golongan tren meski layanannya menginspirasi beberapa penyedia jasa katering sejenis lainnya. Fokus utamanya memang untuk melayani para pelanggannya. Tidak hanya dalam bentuk produk katering yang mereka hasilkan tapi juga jasa. Pendampingan yang dapat mereka berikan. Dan harapan terbesarnya adalah sanggup memberikan jasa dan produk ‘di atas’ standar. Keberhasilan untuk memenuhi kebutuhan khusus para pelanggannya. Itu yang terpenting.
Jadi, bergengsi atau tidak, prestisius atau tidak, harga tinggi atau tidak, pastikan kebutuhan spesifik yang anda cari, sesuai standar anda, terpenuhi. Keputusan akhir akan selalu ada di tangan anda sebagai pembeli. ?Stay healthy?.

Alamat Catering Surabaya

Ruko Plasa Segidelapan Blok A872
Jl. Patimura, Surabaya (depan SCTV)

Phone: 0882-1716-2100

Mobile: 0882-1797-0900

Dapat dikirim ke rumah/kantor/toko/sekolah.
Boleh cuti pengiriman.

Dimasak 3x sehari; juga diantar 3x sehari;, sehingga anda selalu mendapatkan makanan yang terjamin kesegarannya dan tidak kehilangan nilai gizinya.

Jam Antar :
Pagi     6.30 – 08.30
Siang 10.30 – 12.00
Sore   16.00 – 18.30

Area Surabaya Barat bisa mulai jam 06.00 pagi.