Home » Asam Urat » Berapakah Kadar Asam Urat Normal?

Berapakah Kadar Asam Urat Normal?

Published On: March 15th, 2022/Categories: Asam Urat/4.4 min read/

Asam urat merupakan senyawa yang diproduksi secara alami dalam tubuh. Jika jumlah yang diproduksi tidak normal, dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan. Faktanya, setiap 840 dari  100.000 orang di Indonesia menderita penyakit asam urat dan paling banyak terjadi pada usia di atas 34 tahun sebesar 68%. Untuk itu penting untuk mengetahui apakah kadar asam urat dalam tubuh Anda termasuk normal atau tidak.

Berapa Kadar Asam Urat Normal?

Penderita penyakit asam urat biasanya disarankan untuk melakukan diet rendah purin atau mengurangi konsumsi makanan yang tinggi kandungan purin. Dikutip dari Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI), zat purin dipecah menjadi asam urat oleh hati, yang akan dikeluarkan melalui ginjal dan urine. Jadi, dapat dikatakan bahwa asam urat merupakan hasil dari metabolisme purin. Kelebihan produksi inilah yang menyebabkan asam urat dapat menumpuk dan mengkristal dalam darah.

Kadar asam urat normal pada wanita yaitu 2,5 – 7,5 mg/dL, pada laki-laki yaitu 4,0 – 8,5 mg/dL, sementara bagi anak-anak, angka yang normal adalah di antara 2,0 – 5,5 mg/dL.

Asam urat yang tinggi juga berisiko menyebabkan penyakit batu ginjal. Jika asam urat dalam tubuh Anda tinggi, umumnya akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  • Rasa nyeri dan tidak nyaman pada bagian sendi
  • Muncul benjolan atau bengkak pada sendi
  • Sulit untuk berjalan
  • Rasa panas dan kulit kemerahan pada area sendi yang bengkak

Baca juga: Benarkah Asam Urat Tidak Boleh Makan Sayuran?

Bagaimana Mengetahui Kadar Asam Urat Dalam Tubuh?

Ada dua metode untuk melakukan tes asam urat yaitu menggunakan sampel darah atau menggunakan urine. Tes asam urat perlu dilakukan terutama jika Anda mengalami gejala penyakit asam urat. Tes ini juga dilakukan oleh dokter untuk membantu mencari penyebab penyakit ginjal, serta memantau pasien kanker yang akan menjalankan kemoterapi.

Tes Asam Urat Melalui Darah

Tes asam urat melalui darah dilakukan dengan cara pengambilan darah melalui pembuluh vena pada lengan. Sebelum mengambil darah, dokter akan meminta Anda berpuasa selama kurang lebih 4 jam. Darah akan diperiksa di laboratorium dan hasilnya dapat diambil setelah beberapa jam atau 1 hari setelahnya.

Selain pengambilan darah melalui pembuluh darah, ada pula metode yang lebih praktis dengan cara menusukkan jarum ke ujung jari, kemudian meneteskan darah yang keluar ke ujung alat periksa. Hasil dari tes akan keluar setelah beberapa menit melalui layar monitor alat tersebut.

Tes asam urat melalui darah di ujung jari hanya bersifat skrining atau gambaran, untuk mendapat hasil yang lebih akurat sebaiknya Anda melakukan tes langsung di laboratorium atau rumah sakit.

Tes Asam Urat Melalui Urine

Metode tes asam urat melalui urine dilakukan dengan cara Anda menampung urine selama 24 jam yang disimpan ke dalam wadah yang diberikan dari laboratorium. Ikuti langkah-langkah berikut ini agar sampel urine yang Anda tampung memberikan hasil yang akurat:

  1. Ketika bangun tidur di pagi hari, Anda buang air kecil namun tidak perlu ditampung. Catat jam berapa Anda buang air kecil.
  2. Setelah urine pertama tersebut, tampunglah setiap kali Anda buang air kecil ke wadah yang berbeda-beda. Lakukan selama 24 jam dan dicatat waktunya.
  3. Simpan wadah yang telah terisi dalam kotak es.
  4. Setelah sampel selama 24 jam sudah terkumpul, serahkan kembali ke laboratorium untuk diperiksa. Biasanya hasil akan keluar selama beberapa hari.

Jika Anda melakukan tes asam urat melalui urine, kadar normal untuk orang dewasa adalah 250 – 750 mg per totall urine selama 24 jam.

Cara Menjaga Kadar Asam Urat Normal

Jika asam urat Anda termasuk tinggi, berikut ini hal yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan asam urat.

1. Menjalankan Diet Asam Urat

Tubuh manusia memproduksi zat purin secara alami dalam jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh, salah satu cara mengendalikan jumlah purin adalah mengurangi konsumsi makanan yang mengandung tinggi purin.

Contoh makanan tinggi purin yang termasuk pantangan asam urat yaitu:

  • Jeroan
  • Makanan laut (kerang, udang, kepiting)
  • Minuman alkohol
  • Daging merah
  • Makanan dan minuman dengan tinggi gula

Menjalani diet asam urat atau diet rendah purin tidak hanya ditujukan bagi pasien penyakit asam urat, namun juga pasien dengan penyakit batu ginjal, atau pasien dengan berat badan berlebih.

2. Jaga Berat Badan Ideal

Berat badan berlebih merupakan salah satu penyebab penyakit asam urat datang di usia muda. Pengendalian kadar asam urat tetap dalam batas normal dengan pola makan yang sehat akan mendukung tercapainya berat badan ideal. Untuk mengetahui berapa berat badan ideal Anda, gunakan rumus BMI untuk menghitungnya, atau gunakan kalkulator BMI online.

3. Konsumsi Vitamin C

Sebuah penelitina yang dilakukan pada 2011 menunjukkan bahwa vitamin C dapat menurunkan asam urat dalam darah secara signifikan. Penurunan asam urat dapat berperan dalam mengurangi risiko penyakit asam urat, batu ginjal, dan penyakit lainnya.

Konsumsi vitamin C bukan menjadi obat penyembuh penyakit asam urat, hanya membantu menurunkan kadar asam urat.

konsultasi gratis diet rendah purin untuk asam urat

Bagikan artikel ini:

Related Post

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

promo catering diskon 20%