Katering Kesehatan dan Diet - My Meal Catering – Serve Your Diet Personally

Subscribe to Katering Kesehatan dan Diet

My Meal Catering di Tabloid Nova, Januari 2010

January 24, 2010 · Print This Article

Jumat, 22 Januari 2010

Lunch Box Organik Untuk Anak

Zaldy mengibarkan bendera My Meal untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin hidup sehat (Foto: Henry Ismono/Nova)

Salah satu usaha yang dibidik suami-istri ini cukup unik, katering organik untuk anak-anak. Untuk pesan, pelanggan bisa telepon atau order lewat internet. Praktis!

Salah satu upaya pasangan suami-istri Ignatius Zaldy (39) dan Lynda memperkenalkan usaha kateringnya adalah lewat situs www.mymealc atering.com. Lewat situsnya ini, “Orang makin kenal usaha yang saya jalankan,” tutur Zaldy yang membuka katering khusus menu diet dengan bahan-bahan organik. Bahkan, Zaldy juga menawarkan katering kesehatan itu untuk anak-anak. “Persoalan anak biasanya soal obesitas dan alergi,” kata Zaldy.

Mengutip riset Departemen Kesehatan tahun 2005, begitu banyak terjadi obesitas pada anak. Jumlahnya lebih dari 90 persen. Padahal, obesitas merupakan awal munculnya berbagai penyakit seperti diabetes, kolesterol, dan seterusnya. “Masalah lain, si anak tidak boleh mengonsumsi makanan tertentu oleh dokternya,” imbuh Zaldy.

Kirim Ke Sekolah
Dikisahkan Zaldy, kesulitan membuat menu sehat untuk anak ini pernah dikeluhkan seorang ibu padanya. Bersama istrinya Lynda, Zaldy yang semula khusus membuka katering diet untuk orang dewasa, juga memberi perhatian pada anak. “Persoalan anak berbeda-beda. Menu yang ditawarkan pun berbeda-beda. Menu yang kami sajikan, disesuaikan dengan kebutuhan anak,” kata Zaldy yang menawarkan menu katering untuk bayi 4 bulan – anak 10 tahun.

Zaldy menjanjikan bayi dan si anak akan mengonsumsi makanan organik sehat yang disusun oleh ahli gizi. Dengan menu personal ini, “Tentu si anak tidak akan alergi lagi. Makanan yang kami sajikan juga tidak akan membuat obesitas. Selain menggunakan bahan organik mulai dari sayuran, telur, dan daging, kami tidak menggunakan pengawet dan bebas MSG,” lanjutnya.

Website My Meal (Foto: www.mymealcatering.com)

Variasi makanan sangat diperhatikan Zaldy. Menunya selalu berganti. “Malah menu sarapan, makan siang, dan malam juga berbeda-beda.” Contoh menu yang disajikan antara lain adalah nasi tim, sup brokoli jagung manis dan jus alpukat lalu menu nasi, sukiyaki ayam, tempura brokoli, sup sayuran dan jus apel plus wortel. “Masing-masing menu ada informasi kandungan nutrisi.”

Sejak awal usaha lima tahun lalu, Zaldy sudah menerapkan konsep delivery. Dari tempat usahanya yang berfungsi sebagai kantor dan dapur di Gading Serpong, Tangerang, “Kami siap mengantar ke mana saja. Kami bisa menjangkau wilayah Tangerang, Jakarta, dan Bekasi Barat. Karena masalah jarak, kami belum bisa mengantar sampai ke Bogor.”

menu yang variatif ditawarkan agar pelanggan tidal bosan (Foto: Henry Ismono/Nova)

Bahkan, Zaldy yang menamakan usahanya My Meal juga siap mengirimkan katering ke sekolah. “Kami juga menawarkan katering khusus anak sekolah. Biasanya untuk makan siang,” kata Zaldy yang menamakan paket ini Healthy School Lunch Box. Menu makan siang sudah termasuk buah/cookies/pudding. Harganya Rp 200.000 untuk 10 kali antar (2 minggu). “Kami sudah mengantar ke beberapa sekolah.”

Untuk menu harian paket 15, 30, dan 45 hari, harganya beraneka, mulai dari Rp 950.000, Rp 1.900.000, sampai Rp 2.850.000. Konsumen tinggal memilih menu makan 3 kali sehari atau 2 hari. Ada juga paket yang lengkap dengan snack, ada pula yang tidak.

Soal rasa, selama ini tidak ada komplain. Salah satu kuncinya, selain variasi makanan, “Menu yang kami sajikan di bawah pengawasan chef. Oh ya, menu untuk anak usia 1 tahun ke atas dan dewasa sebenarnya hampir sama. Bedanya hanya di porsi, rasa pedas, dan tingkat kelembutan,” kata bapak tiga anak ini.

Menu organik menarik di My Meal (Foto: Henry Ismono/Nova)

Pengalaman Pribadi
Ketika memulai usaha, awalnya Zaldy belum menyediakan menu untuk anak. “Tadinya untuk orang dewasa yang punya masalah dengan kesehatan,” kisah Zaldy yang pernah jadi karyawan usaha distribusi alat kesehatan. “Saat itu, saya dan istri punya ide, suatu ketika akan buka usaha sendiri.”

Sampai akhirnya, Zaldy punya masalah dengan kesehatannya. Mulai dari asam urat sampai hipertensi. Dokter menyarankan Zaldy diet. Sang istri yang pintar masak, menyajikan menu diet untuk Zaldy. Sebagian menu diet didapat Lynda dari baca buku. “Ternyata, cara masak menu diet dengan masakan biasa, berbeda sekali. Itu sebabnya, istri mesti dua kali masak untuk saya dan anak-anak. Rasanya kok ribet, ya. Bahan masakan yang disajikan untuk saya, diolah dari bahan-bhan organik” jelas Zaldy.

Masalah yang dihadapi Zaldy justru jadi ide untuk buka usaha. “Pasti banyak keluarga yang punya masalah sama dengan saya. Alangkah baiknya kalau ada katering diet untuk mereka yang kena masalah kesehatan. Kalau saya merasa perlu, orang lain pasti juga butuh menu diet,” paparnya.

Para ahli gizi di My Meal menghitung cermat menu nutrisi yang dibutuhan pelanggannya (Foto: Henry Ismono/Nova)

Beberapa waktu kemudian, Zaldy memberanikan diri keluar kerja. Ia berniat buka usaha sendiri. Ia pun mulai survei ke berbagai tempat di Jakarta. “Masih belum banyak yang buka usaha katering diet. Kalaupun ada, mereka tidak punya jasa pengantaran.”

Pasar inilah yang kemudian dibidik Zaldy. Bekal sebagai karyawan alat kesehatan, jadi modal penting. Pergaulannya dengan dokter juga membuat Zaldy paham persoalan pasien. “Banyak pasien yang kurang disiplin soal mengonsumsi makanan. Obatnya sudah bagus, dokternya juga oke, tapi kalau makannya masih tidak tertib, bisa-bisa ia sakit lagi.”

Kesibukan di dapur My Meal (Foto: Henry Ismono/Nova)

Informasi dari saudara dan kerabat yang tinggal di luar negeri makin meyakinkan Zaldy tentang peluang bisnis ini. “Ternyata di luar negeri sudah banyak yang membuka usaha katering diet. Saya pun makin yakin, usaha bakal berjalan karena di sini masih jarang. Peluangnya masih besar,” katanya.

Untuk lebih meyakinkan, Zaldy juga mengadakan survei kecil-kecilan. Ia melontarkan pertanyaan, “Kalau Anda sakit, apakah senang jika ada yang menyediakan makanan?” Menurut Zaldy banyak yang menjawab senang banget. “Berarti memang banyak orang yang membutuhkan katering diet.”

Website My Meal (Foto: www.mymealcatering.com)

Pesan Online
Tentu Zaldy butuh beberapa persiapan. Mulai dari alat masak, tempat, sampai alat kesehatan canggih. “Saya punya alat untuk mendiagnosis kondisi seseorang. Misalnya saja apakah dia kekurangan protein, vitamin, dan seterusnya. Sebaliknya, apakah ia kelebihan lemak dan kolesterol. Jadi, langsung ketahuan berapa kalori yang ia butuhkan. Alat semacam ini sudah digunakan di beberapa rumah sakit.”

Dalam menggelindingkan usahanya, Zaldy dibantu ahli gizi dan chef. Mereka jadi tim yang kompak. Ahli gizi mengatur kadar komposisi gizi, chef yang mengolah makanan jadi lezat. Jadilah menu sehat tanpa mengurangi kelezatan. Sekaligus Zaldy memupus anggapan bahwa menu diet kurang enak disantap. “Kecuali memang untuk menu pasien yang sudah agak parah, ya. Misalnya saja pasien yang belum pulih dari pembengkakan, tidak boleh makan garam atau rendah garam. Rasa masakan tentu agak hambar. Selebihnya, sih, tetap lezat.”

Zaldy sengaja menggunakan bahan-bahan organik. Alasannya, ia sengaja bikin sesuatu yang belum banyak disentuh orang. Selain itu, “Dari hasil tes beberapa penderita gagal ginjal, pasien yang mengonsumsi bahan organik, racun yang bertumpuk di tubuhnya lebih sedikit.”

Kesibukan di dapur My Meal, menyiapkan menu sehat dan nikmat (Foto: Henry Ismono/Nova)

Kala itu, ujar pria yang tinggal di Tangerang ini, ia kesulitan mencari bahan organik mulai sayur sampai telur. “Saya beli di supermarket, itu pun masih jarang. Lama-kelamaan, saya sudah punya pemasok bahan organik. Sekarang, sih, sudah gampang banget. Belakangan ini sudah ada daging sapi organik. Sayang pengirimannya belum begitu lancar,” kata Zaldy yang kini dibantu 4 ahli gizi dan seorang chef.

Untuk memperkenalkan usahanya, Zaldy berpromosi dengan menyebar brosur. Ia juga membuka situs di internet. Hasilnya memang oke. Makin banyak yang pesan. “Semula hanya warga kawasan Tangerang, sekarang sudah menyebar ke mana-mana. Karena permintaan makin besar, saya buka cabang lagi di kawasan Sudirman, Jakarta.”

Inilah salah satu menu menarik di My Meal (Foto; Henry Ismono/Nova)

Ada sekitar seratus orang yang jadi pelanggan Zaldy. Khusus hari libur seperti beberapa waktu lalu, “Jumlah pelanggan tinggal separo. Kebanyakan pelanggan saya, kan, masyarakat menengah atas. Banyak di antara mereka yang liburan ke luar kota. Usai liburan, pelanggan kembali lagi,” kata Zaldy yang total karyawannya mencapai 30-an orang.

Untuk mereka yang berlangganan, Zaldy menetapkan paling sedikit untuk 15 hari. “Ada lho pelanggan yang awet, sudah dua tahun tetap pesan di katering kami.” Kepada para customer, Zaldy menawarkan belanja secara modern. Pelanggan tak perlu repot datang ke lokasi. Cukup via internet dengan mengisi formulir. Pembayaran bisa tunai atau transfer. “Hemat waktu dan biaya.” (habis)

Henry Ismono

Comments

8 Responses to “My Meal Catering di Tabloid Nova, Januari 2010”

  1. Nina on July 20th, 2010 12:53 pm

    Pak mau tanya,
    kalau pesan catering itu harus langganan ya?
    misalnya pesan utk 1 acara saja boleh tidak?
    misalnya pesan nasi box utk acara rapat bersama di kantor, atau acara syukuran ..?
    kira2 harganya brp ya?
    terima kasih

  2. alfa on September 9th, 2010 5:51 pm

    Mau nanya kalau saat ini sdh bisa delivery kebgr?krn saya tinggal di bgr. Terima kasih

  3. computer support on January 20th, 2011 2:09 am

    I just added your blog site to my blogroll, I pray you would give some thought to doing the same.

  4. Tracey Andina on May 19th, 2011 12:53 am

    prolonged journal you retain

  5. poetri rizky on July 18th, 2011 7:59 am

    Aq mw order gmana caranya?? Terus aq telpon ke nomor 70067811 dan 5471330 kok gak diangkat2?? Tolong dbalas pesan ini yah..coz sy mw order buat atasan saya. Makasih sebelumnya.

  6. test on October 9th, 2011 1:24 am

    Started Discussion on Fintess…

    [...]The discussion started here that could be help full to readers[...]…

  7. harga blackberry javelin on October 26th, 2011 5:22 am

    informasi yang sangat berharga dan bermanfaat. thank’s

  8. Tas Wanita on October 26th, 2011 9:16 am

    artikel yang penuh inspirasi, makasih telah berbagi ilmu kepada kami.

Got something to say?