Browse >
Home / Archive by category 'Diet'

Kenapa Sandra Dewi suka My Meal Catering?
berikut email dari Sandra Dewi kepada mymeal catering:
to: Ignatius Zaldy
From: Sandra Dewi
Testimoni
Jun 28, 2010 7:58 PM
Kenapa Sandra Dewi suka my meal katering…:
- bahan2 makanannya organic
- menunya ga ngebosenin, dan ganti2
- minyaknya pake olive oil
- menunya itu aku banget, masakan sehat dan rumahan tp enak dan mewah
- dianterin hehehehe
- intinya sehat
Karena di lokasi syuting aku merasa makanannya kurang sehat, dgn my meal catering, aku ga perlu khawatir telat makan, makanannya ga sehat, dan ga takut berat badanku naik.
My meal solusi gaya hidupku yg sangat sibuk ini…i love my meal catering..
Sandra Dewi.
?Sandra Dewi? Sent from my BlackBerry®
Posted with WordPress for BlackBerry.
diperkenalkan oleh Dr.Hiromi Shinya, (USA & Japan) yang juga sebagai penemu endoscopy. Dari pengalamannya memperhatikan dan mengobati penyakit lewat pencernaan serta pengamatan dan ketelitian atas pola makan para pasiennya, Dr Hiromi Shinya mengungkapkan keajaiban Enzym kepada dunia.
Ternyata diet yang diajurkan Dr Hiromi Shinya ini bisa membantu penyembuhan Kanker dan menangkal Osteoporosis.
7 Kunci Emas Keajaiban Enzym ini adalah:
1. Menu Makan Yang baik, 85-90% makanan nabati + 10-15% protein nabati ( konsumsi 1gr protein hewani /kg berat badan ideal anda).
-
- Hindari: susu, teh hijau, kopi, makan yang manis manis dan gula, nikotin(rokok) alkohol, cokelat, lemak dan minyak.
- Berhentilah makah dan minum 4-5 jam sebelum tidur.
- Kunyalah setiap suap 30-50 kali.
- Jangan makan pada sela waktu makan kecuali makan buah utuh (sepotong buah utuh boleh dimakan 1 jam sebelum tidur jika rasa lapar membuat anda tidak bisa tidur)2
2. Air yang Baik
- minum 6-10 gelas air mineral setiap hari
- minum 1-3 gelas setelah bangun tidur pada pagi hari
- minum 2-3 gelas sekitar 1 jam sebelum setiap waktu makan
- minum secukupnya jika sedang makan
- minum pada malam hari sebaiknya hanya sekedar membasahkan mulut dan kerongkongan yang kering.
3. Pembuangan yang Teratur
4. Olah Raga Secukupnya
5. Istirahat yang cukup
6. Pernapasan dan Meditasi
7. Kebahagianan dan Cinta
Penyakit asam urat (Gout Arthritis) terkadang sangat menyiksa penderitanya. Rasa nyeri dipersendian akibat penumpukan asam urat dapat mengganggu kenyamanan dan aktifitas sehari-hari.
Selain konsumsi obat-obatan, baik itu obat pereda nyeri maupun obat pengontrol kadar asam urat,
pemilihan jenis makanan mempunyai peran penting untuk
mengontrol penyakit ini.
Jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat antara lain adalah :
- Makanan laut seperti udang, kepiting, remis, dan tiram, cumi-cumi.
- Minuman yang mengandung alkohol seperti tape, bir, tuak pahit, dll.
- Makanan kaleng seperti sarden, kornet sapi, dll.
- Jeroan seperti usus, hati, limpa, paru, otak, jantung, ginjal, dll.
- Beberapa jenis buah-buahan seperti durian, alpokat, air kelapa muda, emping melinjo, dll
- Kaldu daging,
Jenis makanan yang boleh dikonsumsi dalam jumlah sedikit antara lain :
- Tahu dan tempe.
- Ikan, daging kambing, daging ayam, daging sapi.
- Beberapa jenis sayuran tertentu seperti kangkung, bayam, brokoli, dan tauge, daun pepaya, asparagus, kacang-kacangan, jamur.
- Makanan berlemak seperti santan, margarine, mentega, atau goreng-gorengan. Lemak dapat menghambat pengeluaran asam urat lewat urin.
Jenis makanan yang boleh dikonsumsi adalah :
- Keju, susu, telur.
- Makanan sumber karbohidrat seperti beras, kentang, singkong, terigu, tapioka, hunkwe, makaroni, mi, bihun, roti, dan biskuit. Tetapi, karbohidrat sederhana golongan fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirop sebaiknya dihindari karena fruktosa dapat meningkatkan kadar asam urat.
- Buah-buahan seperti semangka, melon, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Buah-buahan lain juga boleh dimakan kecuali durian dan alpokat.
Selain itu penderita asam urat dianjurkan untuk banyak minum, minimal 2 liter atau 10 gelas sehari, bertujuan membantu pengeluaran asam urat lewat air seni dan mencegah penumpukan asam urat di ginjal atau kandung kemih. Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi
sumber: wartamedica.com
Diabetes dikenal juga sebagai Kencing manis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan tingginya tingkat gula darah secara terus menerus di atas batas normal baik dalam kondisi puasa ataupun setelah makan.
| Tabel: Kadar glukosa darah sewaktu dan puasa dengan metode enzimatik sebagai patokan penyaring dan diagnosis DM (mg/dl).[2] |
Bukan DM |
Belum pasti DM |
DM |
| Kadar glukosa darah sewaktu: |
|
|
|
| Plasma vena |
<110 |
110 - 199 |
>200 |
| Darah kapiler |
<90 |
90 - 199 |
>200 |
| Kadar glukosa darah puasa: |
|
|
|
| Plasma vena |
<110 |
110 - 125 |
>126 |
| Darah kapiler |
<90 |
90 - 109 |
>110 |
Penyebab:
Pembentukan diabetes yang utama adalah karena kurangnya produksi insulin (diabetes melitus jenis 1, yang pertama dikenal), atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin (diabetes melitus jenis 2, bentuk yang lebih umum). Selain itu, terdapat jenis diabetes melitus yang juga disebabkan oleh resistansi insulin yang terjadi pada wanita hamil. Jenis 1 membutuhkan penyuntikan insulin, sedangkan jenis 2 diatasi dengan pengobatan oral dan hanya membutuhkan insulin apabila obatnya tidak efektif. Diabetes melitus pada kehamilan umumnya sembuh dengan sendirinya setelah persalinan.
Pemahaman dan partisipasi pasien sangat penting karena tingkat glukosa darah berubah terus, karena kesuksesan menjaga gula darah dalam batasan normal dapat mencegah terjadinya komplikasi diabetes. Faktor lainnya yang dapat mengurangi komplikasi adalah: pola makan sehat dengan diet diabetes,berhenti merokok, mengoptimalkan kadar kolesterol, menjaga berat tubuh yang stabil, mengontrol tekanan darah tinggi, dan melakukan olah raga teratur.
Gejala
Tiga serangkai yang klasik tentang gejala kencing manis adalah polyuria (banyak kencing), polydipsia (banyak minum) dan polyphagia (banyak makan). lalu berkembang menjadi cepat lelah.
Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan sampai ke urine. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri).
Akibat poliuri maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).
Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi).
Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan selama melakukan olah raga. Penderita diabetes yang kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.
Karena kekurangan insulin yang berat, maka sebelum menjalani pengobatan penderita diabetes tipe I hampir selalu mengalami penurunan berat badan. Sebagian besar penderita diabetes tipe II tidak mengalami penurunan berat badan.
Pada penderita diabetes tipe I, gejalanya timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Kadar gula di dalam darah adalah tinggi tetapi karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis).
Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan sering kencing, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.
Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe I bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakaan atau penyakit yang serius.
Penderita diabetes tipe II bisa tidak menunjukkan gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering kencing dan haus. Jarang terjadi ketoasidosis. Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat stres-misalnya infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.
Apakah penderita diabetes bisa berpuasa pada bulan Ramadhan?
Pasien yang cukup terkendali dengan pengaturan makan saja tidak mengalami kesulitan kalau berpuasa. Pasien yang cukup terkendali denganobat dosis tunggal juga tidak mengalami kesulitan untuk berpuasa. Obat diberikan pada saat berbuka puasa. Untuk yang terkendali dengan obat hipoglikemik oral (OHO) dosis tinggi, obat diberikan dengan dosis sebelum berbuka lebih besar daripada dosis sahur. Untuk yang memakai insulin, dipakai insulin jangka menengah yang diberikan saat berbuka saja. Sedangkan pasien yang harus menggunakan insulin (DMTI) dosis ganda, dianjurkan untuk tidak berpuasa dalam bulan Ramadhan
referensi:
- ^ IDF Chooses Blue Circle to Represent UN Resolution Campaign Unite for Diabetes, 17 March, 2006
- ^ a b c Tim FK UI, Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 1, Media Aesculapius, Jakarta: 1999. ISBN 979-95607-0-5
- ^ World Health Organization Department of Noncommunicable Disease Surveillance. (1999). Definition, Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus and its Complications. (PDF)
- Wikipedia

Banyak Sesama Kita yang membutuhkan Makanan Sehat... Maukah Anda membantu ??
1 orang Anda Rekomendasi dan bergabung = 6 box makanan sehat untuk sesama yang membutuhkan
Rekomendasikan teman / kerabat anda untuk mengubah pola makan nya menjadi pola makan yang sehat di My Meal Catering, maka My Meal akan memberikan 6 makanan sehat kepada sesama yang membutuhkan… 5 box dari sumbangan dari anda 1 box sumbangan dari teman/kerabat anda yang bergabung di My Meal Catering.
1x anda ambil paket diet = 1 box makanan sehat untuk sesama yang membutuhkan
setiap kali anda mengambil paket/ memperpanjang katering, maka My Meal akan memberikan 1 box makanan sehat bagi sesama yang membutuhkan.

berbagi makan sehat kepada 50 anak panti asuhan abimata, bintaro

Masing masing membawa makanan sehat untuk opa oma di panti werdha, para tukang becak, dan gelandangan di jalan

Jumat, 22 Januari 2010
Lunch Box Organik Untuk Anak
Zaldy mengibarkan bendera My Meal untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin hidup sehat (Foto: Henry Ismono/Nova)
Salah satu usaha yang dibidik suami-istri ini cukup unik, katering organik untuk anak-anak. Untuk pesan, pelanggan bisa telepon atau order lewat internet. Praktis!
Salah satu upaya pasangan suami-istri Ignatius Zaldy (39) dan Lynda memperkenalkan usaha kateringnya adalah lewat situs www.mymealc atering.com. Lewat situsnya ini, “Orang makin kenal usaha yang saya jalankan,” tutur Zaldy yang membuka katering khusus menu diet dengan bahan-bahan organik. Bahkan, Zaldy juga menawarkan katering kesehatan itu untuk anak-anak. “Persoalan anak biasanya soal obesitas dan alergi,” kata Zaldy.
Mengutip riset Departemen Kesehatan tahun 2005, begitu banyak terjadi obesitas pada anak. Jumlahnya lebih dari 90 persen. Padahal, obesitas merupakan awal munculnya berbagai penyakit seperti diabetes, kolesterol, dan seterusnya. “Masalah lain, si anak tidak boleh mengonsumsi makanan tertentu oleh dokternya,” imbuh Zaldy.
Kirim Ke Sekolah
Dikisahkan Zaldy, kesulitan membuat menu sehat untuk anak ini pernah dikeluhkan seorang ibu padanya. Bersama istrinya Lynda, Zaldy yang semula khusus membuka katering diet untuk orang dewasa, juga memberi perhatian pada anak. “Persoalan anak berbeda-beda. Menu yang ditawarkan pun berbeda-beda. Menu yang kami sajikan, disesuaikan dengan kebutuhan anak,” kata Zaldy yang menawarkan menu katering untuk bayi 4 bulan – anak 10 tahun.
Zaldy menjanjikan bayi dan si anak akan mengonsumsi makanan organik sehat yang disusun oleh ahli gizi. Dengan menu personal ini, “Tentu si anak tidak akan alergi lagi. Makanan yang kami sajikan juga tidak akan membuat obesitas. Selain menggunakan bahan organik mulai dari sayuran, telur, dan daging, kami tidak menggunakan pengawet dan bebas MSG,” lanjutnya.
Website My Meal (Foto: www.mymealcatering.com)
Variasi makanan sangat diperhatikan Zaldy. Menunya selalu berganti. “Malah menu sarapan, makan siang, dan malam juga berbeda-beda.” Contoh menu yang disajikan antara lain adalah nasi tim, sup brokoli jagung manis dan jus alpukat lalu menu nasi, sukiyaki ayam, tempura brokoli, sup sayuran dan jus apel plus wortel. “Masing-masing menu ada informasi kandungan nutrisi.”
Sejak awal usaha lima tahun lalu, Zaldy sudah menerapkan konsep delivery. Dari tempat usahanya yang berfungsi sebagai kantor dan dapur di Gading Serpong, Tangerang, “Kami siap mengantar ke mana saja. Kami bisa menjangkau wilayah Tangerang, Jakarta, dan Bekasi Barat. Karena masalah jarak, kami belum bisa mengantar sampai ke Bogor.”
menu yang variatif ditawarkan agar pelanggan tidal bosan (Foto: Henry Ismono/Nova)
Bahkan, Zaldy yang menamakan usahanya My Meal juga siap mengirimkan katering ke sekolah. “Kami juga menawarkan katering khusus anak sekolah. Biasanya untuk makan siang,” kata Zaldy yang menamakan paket ini Healthy School Lunch Box. Menu makan siang sudah termasuk buah/cookies/pudding. Harganya Rp 200.000 untuk 10 kali antar (2 minggu). “Kami sudah mengantar ke beberapa sekolah.”
Untuk menu harian paket 15, 30, dan 45 hari, harganya beraneka, mulai dari Rp 950.000, Rp 1.900.000, sampai Rp 2.850.000. Konsumen tinggal memilih menu makan 3 kali sehari atau 2 hari. Ada juga paket yang lengkap dengan snack, ada pula yang tidak.
Soal rasa, selama ini tidak ada komplain. Salah satu kuncinya, selain variasi makanan, “Menu yang kami sajikan di bawah pengawasan chef. Oh ya, menu untuk anak usia 1 tahun ke atas dan dewasa sebenarnya hampir sama. Bedanya hanya di porsi, rasa pedas, dan tingkat kelembutan,” kata bapak tiga anak ini.
Menu organik menarik di My Meal (Foto: Henry Ismono/Nova)
Pengalaman Pribadi
Ketika memulai usaha, awalnya Zaldy belum menyediakan menu untuk anak. “Tadinya untuk orang dewasa yang punya masalah dengan kesehatan,” kisah Zaldy yang pernah jadi karyawan usaha distribusi alat kesehatan. “Saat itu, saya dan istri punya ide, suatu ketika akan buka usaha sendiri.”
Sampai akhirnya, Zaldy punya masalah dengan kesehatannya. Mulai dari asam urat sampai hipertensi. Dokter menyarankan Zaldy diet. Sang istri yang pintar masak, menyajikan menu diet untuk Zaldy. Sebagian menu diet didapat Lynda dari baca buku. “Ternyata, cara masak menu diet dengan masakan biasa, berbeda sekali. Itu sebabnya, istri mesti dua kali masak untuk saya dan anak-anak. Rasanya kok ribet, ya. Bahan masakan yang disajikan untuk saya, diolah dari bahan-bhan organik” jelas Zaldy.
Masalah yang dihadapi Zaldy justru jadi ide untuk buka usaha. “Pasti banyak keluarga yang punya masalah sama dengan saya. Alangkah baiknya kalau ada katering diet untuk mereka yang kena masalah kesehatan. Kalau saya merasa perlu, orang lain pasti juga butuh menu diet,” paparnya.
Para ahli gizi di My Meal menghitung cermat menu nutrisi yang dibutuhan pelanggannya (Foto: Henry Ismono/Nova)
Beberapa waktu kemudian, Zaldy memberanikan diri keluar kerja. Ia berniat buka usaha sendiri. Ia pun mulai survei ke berbagai tempat di Jakarta. “Masih belum banyak yang buka usaha katering diet. Kalaupun ada, mereka tidak punya jasa pengantaran.”
Pasar inilah yang kemudian dibidik Zaldy. Bekal sebagai karyawan alat kesehatan, jadi modal penting. Pergaulannya dengan dokter juga membuat Zaldy paham persoalan pasien. “Banyak pasien yang kurang disiplin soal mengonsumsi makanan. Obatnya sudah bagus, dokternya juga oke, tapi kalau makannya masih tidak tertib, bisa-bisa ia sakit lagi.”
Kesibukan di dapur My Meal (Foto: Henry Ismono/Nova)
Informasi dari saudara dan kerabat yang tinggal di luar negeri makin meyakinkan Zaldy tentang peluang bisnis ini. “Ternyata di luar negeri sudah banyak yang membuka usaha katering diet. Saya pun makin yakin, usaha bakal berjalan karena di sini masih jarang. Peluangnya masih besar,” katanya.
Untuk lebih meyakinkan, Zaldy juga mengadakan survei kecil-kecilan. Ia melontarkan pertanyaan, “Kalau Anda sakit, apakah senang jika ada yang menyediakan makanan?” Menurut Zaldy banyak yang menjawab senang banget. “Berarti memang banyak orang yang membutuhkan katering diet.”
Website My Meal (Foto: www.mymealcatering.com)
Pesan Online
Tentu Zaldy butuh beberapa persiapan. Mulai dari alat masak, tempat, sampai alat kesehatan canggih. “Saya punya alat untuk mendiagnosis kondisi seseorang. Misalnya saja apakah dia kekurangan protein, vitamin, dan seterusnya. Sebaliknya, apakah ia kelebihan lemak dan kolesterol. Jadi, langsung ketahuan berapa kalori yang ia butuhkan. Alat semacam ini sudah digunakan di beberapa rumah sakit.”
Dalam menggelindingkan usahanya, Zaldy dibantu ahli gizi dan chef. Mereka jadi tim yang kompak. Ahli gizi mengatur kadar komposisi gizi, chef yang mengolah makanan jadi lezat. Jadilah menu sehat tanpa mengurangi kelezatan. Sekaligus Zaldy memupus anggapan bahwa menu diet kurang enak disantap. “Kecuali memang untuk menu pasien yang sudah agak parah, ya. Misalnya saja pasien yang belum pulih dari pembengkakan, tidak boleh makan garam atau rendah garam. Rasa masakan tentu agak hambar. Selebihnya, sih, tetap lezat.”
Zaldy sengaja menggunakan bahan-bahan organik. Alasannya, ia sengaja bikin sesuatu yang belum banyak disentuh orang. Selain itu, “Dari hasil tes beberapa penderita gagal ginjal, pasien yang mengonsumsi bahan organik, racun yang bertumpuk di tubuhnya lebih sedikit.”
Kesibukan di dapur My Meal, menyiapkan menu sehat dan nikmat (Foto: Henry Ismono/Nova)
Kala itu, ujar pria yang tinggal di Tangerang ini, ia kesulitan mencari bahan organik mulai sayur sampai telur. “Saya beli di supermarket, itu pun masih jarang. Lama-kelamaan, saya sudah punya pemasok bahan organik. Sekarang, sih, sudah gampang banget. Belakangan ini sudah ada daging sapi organik. Sayang pengirimannya belum begitu lancar,” kata Zaldy yang kini dibantu 4 ahli gizi dan seorang chef.
Untuk memperkenalkan usahanya, Zaldy berpromosi dengan menyebar brosur. Ia juga membuka situs di internet. Hasilnya memang oke. Makin banyak yang pesan. “Semula hanya warga kawasan Tangerang, sekarang sudah menyebar ke mana-mana. Karena permintaan makin besar, saya buka cabang lagi di kawasan Sudirman, Jakarta.”
Inilah salah satu menu menarik di My Meal (Foto; Henry Ismono/Nova)
Ada sekitar seratus orang yang jadi pelanggan Zaldy. Khusus hari libur seperti beberapa waktu lalu, “Jumlah pelanggan tinggal separo. Kebanyakan pelanggan saya, kan, masyarakat menengah atas. Banyak di antara mereka yang liburan ke luar kota. Usai liburan, pelanggan kembali lagi,” kata Zaldy yang total karyawannya mencapai 30-an orang.
Untuk mereka yang berlangganan, Zaldy menetapkan paling sedikit untuk 15 hari. “Ada lho pelanggan yang awet, sudah dua tahun tetap pesan di katering kami.” Kepada para customer, Zaldy menawarkan belanja secara modern. Pelanggan tak perlu repot datang ke lokasi. Cukup via internet dengan mengisi formulir. Pembayaran bisa tunai atau transfer. “Hemat waktu dan biaya.” (habis)
Henry Ismono
| Jenis Makanan |
Kolestrol
(mg/10 gr) |
Kategori |
| Jenis makanan yang aman dikonsumsi karena kadar kolestrol yang rendah |
| Putih telur ayam |
0 |
sehat |
| Teripang |
0 |
sehat |
| Susu sapi non fat |
0 |
sehat |
| Daging ayam / daging bebek pilihan tanpa kulit |
50 |
sehat |
| Ikan air tawar |
55 |
sehat |
| Daging sapi / daging babi pilihan tanpa lemak |
60 |
sehat |
| Daging kelinci |
65 |
sehat |
| Daging kambing tanpa lemak |
70 |
sehat |
| Ikan ekor kuning |
85 |
sehat |
| Jenis makanan yang boleh dikonsumsi sekali-kali |
| Daging asap (ham / smoke beef) |
98 |
sekali-sekali |
| Iga sapi |
100 |
sekali-sekali |
| Iga babi |
105 |
sekali-sekali |
| Daging sapi |
105 |
sekali-sekali |
| Burung dara |
120 |
sekali-sekali |
| Ikan bawal |
120 |
sekali-sekali |
| Jenis makanan yang perlu diperhatikan untuk dikonsumsi karena kadar kolestrol yang cukup tinggi |
| Daging sapi berlemak |
125 |
hati-hati |
| Gajih sapi |
130 |
hati-hati |
| Gajih kambing |
130 |
hati-hati |
| Daging babi berlemak |
130 |
hati-hati |
| Keju |
140 |
hati-hati |
| Sosis daging |
150 |
hati-hati |
| Kepiting |
150 |
hati-hati |
| Udang |
160 |
hati-hati |
| Kerang |
160 |
hati-hati |
| Siput |
160 |
hati-hati |
| Belut |
185 |
hati-hati |
| Jenis makanan yang berbahaya untuk dikonsumsi karena kandungan kolestrol yang tinggi. |
| Santan |
185 |
berbahaya |
| Gajih babi |
200 |
berbahaya |
| Susu sapi |
250 |
berbahaya |
| Susu sapi cream |
280 |
berbahaya |
| Coklat |
290 |
berbahaya |
| Margarin / Mentega |
300 |
berbahaya |
| Jeroan sapi |
380 |
berbahaya |
| Jeroan babi |
420 |
berbahaya |
| Kerang putih / tiram |
450 |
berbahaya |
| Jeroan kambing |
610 |
berbahaya |
| Jenis makanan yang pantang untuk dikonsumsi karena kandungan kolestrol yang sangat tinggi. |
| Cumi-cumi |
1170 |
pantang |
| Kuning telur ayam |
2000 |
pantang |
| Otak sapi |
2300 |
pantang |
| Otak babi |
3100 |
pantang |
| Telur burung puyuh |
3640 |
pantang |
Tabel Jumlah Kolestrol pada Makanan
There are potential risks in some cookware materials. Aluminum and Teflon-lined pots, pans and bakeware are safest when kept in good condition and used properly. Read below this:
Aluminum
Plain aluminum cookware is low-cost, light-weight, and thermally responsive - but aluminum is reactive. Foods cooked in aluminum can react with the metal to form aluminum salts associated with impaired visual motor coordination and Alzheimer’s disease; however there is no definite link proven. More than half of all cookware sold today is made of aluminum.
In the past five years, we’ve seen over 100 studies about aluminum and disease. This metal has consistently been placed in the top 200 health-jeopardizing toxins by the ATSDR (Agency for Toxic Substances and Disease Registry) at the U.S. Department of Health and Human Services.
Suggestions:
• Keep aluminum cookware on good condition - When cooking with aluminum pots, the more pitted and worn out the pot, the greater amount of aluminum will be absorbed.
• Minimize food storage time in aluminum - The longer food is cooked or stored in aluminum, the greater the amount that gets into food.
• Avoid cooking highly acidic foods in aluminum - Aluminum cookware manufacturers warn that storing highly acidic or salty foods such as tomato sauce, rhubarb, or sauerkraut in aluminum pots may cause more aluminum than usual to enter the food.
Anodized aluminum

Anodized aluminum
Anondized aluminum has been treated to develop an aluminum oxide (extremely hard and non-reactive) coating on the surface of the cookware. Commercial Aluminum Company, the manufacturer of Calphalon, a best-selling brand of anodized aluminum cookware, claims that a final stage in the anodization process seals the aluminum, preventing any leaching into food. Anodized aluminum cookware doesn’t react to acidic foods, so these pots and pans are good choices for cooking rhubarb and sauces with tomato, wine, and lemon juice.
Stainless steel
Mixing steel with chromium and nickel (18/8 stainless steel is 18% chromium and 8% nickel while 18/10 has 10% nickel) produces a corrosion resistant steel that is both hard wearing and easy to clean. Stainless steel cookware is considered one of the best and safest choices in cookware.
Suggestion:
Avoid using abrasive materials when cleaning stainless steel cookware - Stainless steel cookware can become a problem if an abrasive material is used frequently to clean it thereby releasing small amounts of chromium and nickel. Nickel is not poisonous in small quantities but it can cause an allergic reaction. People with nickel allergies should avoid cooking with stainless steel cookware.
Copper with stainless steel lining
Copper exterior requires more care but imparts the utensil with copper’s excellent thermal properties. Stainless steel/copper cookware is considered among the best and safest choices in cookware.
Copper
Copper pans are often coated with another metal that prevents the copper from coming into contact with food. Small amounts of the coating can be dissolved by food, especially acidic food, when cooked or stored for long periods.
Suggestions:
• Not for people with nickel allergies - Nickel is one of the metals used in coating, so anyone allergic to nickel should avoid nickel-coated cookware.
• Avoid abrasive materials when cleaning - Coated copper cookware can lose its protective layer if scoured.
• Avoid uncoated copperware - Don’t use badly scratched or uncoated copper cookware to cook or store food.
Teflon and Silverstone
Non-stick finishes like Teflon and Silverstone scratch easily and may release little bits of inert plastic into the food when cooked, as well as toxic fumes over high heat. DuPont studies show that Teflon offgases toxic particulates at 446°F. At 680°F Teflon pans release at least six toxic gases, including two carcinogens. DuPont acknowledges that the fumes can sicken people, a condition called “polymer fume fever.”
A study by Environmental Working Group, in collaboration with Commonweal in 2005 found chemicals in the umbilical cord blood of US-born infants including the Teflon chemical PFOA Similarly, researchers at John Hopkins Hospital, who released findings in 2006, found PFOA the Teflon chemical, in umbilical cord blood in 99% of 300 newborns tested. The Canadian government is introducing legislation to ban PFOA. more info on teflon
Suggestions:
• Consider replacing your Teflon cookware
• Do not overheat Teflon cookware - Nonstick coatings are a risk is if they are over-heated. This can happen if an empty pan is left on a burner. In this case, the fumes released can be irritating or hazardous. If you plan to continue using Teflon, only cook foods at low heat.
• Keep pet birds away when cooking with Teflon - Households with pet birds should be aware that Teflon fumes pose a hazard to birds.
Cast iron
Plain cast-iron is thick and dense cookware for unparalleled heat capacity. The thickness also results in even heating; however, the thickness also requires more time (and energy) to heat up. Cooking with cast iron also provides a source of an important nutrient.
Some nutritionists suggest that foods cooked in unglazed cast iron contain twice or more the amount of iron they would contain otherwise. Cast-iron utensils, although considered very safe to use, should be handled differently from other utensils.
Suggestions:
• Keep cookware well-coated - To prevent rust damage, the inside of cast iron cookware should be coated frequently with unsalted cooking oil.
• Use detergents sparingly - It should not be washed with strong detergents or scoured and should be wiped dry immediately after rinsing.
Black Iron
The most simple and cheapest cookware made from mild steel. While cost is on its side, rusting is a risk. They are not particularly easy to clean and if not thoroughly dried, tarnishing can occur overnight necessitating cleaning again before being used for cooking.
Black iron frying pans are notorious for sticking with items such as fish and eggs and the pan has to be seasoned before use. A layer of salt is put on the inside base and heated up. The effect of this is to seal any surface imperfection in the base of the pan. The salt is removed, replaced by cooking oil and heated till it smokes. The pan is then ready for use. But if it is washed in soapy water, then the whole seasoning process has to be re-done. This is why Chinese chefs seldom wash their black iron woks and seem never to be troubled with food sticking. When black iron was much more common in kitchens chefs would often keep one pan kept aside just for omelettes.
Ceramic, enameled and glass
Cookware made properly of enamel-coated iron and steel is safe to cook with, according to the FDA’s Center for Food Safety and Applied Nutrition. Because of the high firing temperatures required, lead which could present a safety concern is not used in the enamel for this cookware. Some older enamel cookware contained the potentially toxic substance cadmium, which was sometimes contained in the red, yellow and orange pigments used to color the interior of enamel cookware. Cadmium was used mostly by foreign manufacturers. But manufacturers have discontinued its use, and consumers today are not in danger of cadmium poisoning from enamelware marketed today.
Some countries do not have strict lead and cadmium limits. If you bring in glazed ceramic cookware from abroad, be aware that it may not meet permitted levels for lead and cadmium.
Crock-pots and terra cotta
Considered safe for cooking. However, lead has been used in some glazes for slow-cooking pots (crock-pots). But, in tests done in 1987, FDA found that the amount of lead that leached into food from these pots did not exceed FDA standards. As a general rule, terra cotta cookware without lead glaze is the best choice.
To ensure safety in using pottery dishes or cookware, ensure that there is a label that reads, “Safe for food use.” It is also best to avoid using pottery items such as pitchers or mugs from Mexico or Latin America due to the potential high levels of lead.
Plastic
Using plastic containers and wrap for anything other than their original purpose can cause health problems. Don’t use plastic bowls or wrap in the microwave unless they are labelled as microwave safe. If you reuse items for storage, such as dairy product containers, let the food cool before storing, then refrigerate it immediately. Never heat or store food in plastic containers that were not intended for food.
Bamboo
Bamboo steamers and paddles as well as wooden spoons, chopsticks and crockery are non-reactive and considered to have no harmful effects on food during cooking. Bamboo steamers are dishwasher safe, and bamboo is also an earth-friendly, renewable resource.
Silicone Cookware
Silicone is a synthetic rubber which contains bonded silicon (a natural element which is very abundant in sand and rock) and oxygen.
Cookware made from food grade silicone has become popular in recent years because it is colorful, nonstick, stain-resistant, hard-wearing, cools quickly, and tolerates extremes of temperature. There are no known health hazards associated with use of silicone cookware.
Silicone rubber does not react with food or beverages, or produce any hazardous fumes.
Minimizing Your Risk
• Store your food in glass, not plastic
• Do not use Styrofoam cups for drinking (especially hot drinks!)
• When cooking, keep your kitchen well ventilated. Turn on your oven fan or open a window.
• Plastic cookware handles that get too hot may emit toxic fumes. Choose cookware with handles that stay cool on the stovetop for a reasonable amount of time but are oven-safe (e.g. glass/ceramic or stainless steel tubular).
• Never use scouring powders, scouring pads, or other abrasives on ‘microwave safe’ cookware.
• Avoid eating leftover food that has been stored for more than one day.
• Do not cook or store food for long periods of time in aluminum cookware.
• Do not use badly scratched or un-coated copper cookware to cook or store food. If you do have some older tin or nickelcoated cookware, use it for decorative purposes only. Do not scour coated copper cookware.
• If you know you are allergic to nickel, do not use nickel-plated cookware.
• If you are sensitive to nickel and are having difficulty managing your allergy, discuss options with your doctor. Foods known to contain higher levels of nickel include oats and oat products, peas, beans, lentils and cocoa products, such as chocolate, particularly dark chocolate.
• Do not store foods that are highly acidic, such as stewed rhubarb or stewed tomatoes, in stainless steel containers.
• Don’t use plastic bowls or wrap in the microwave unless they are labelled as microwave safe.
• If you reuse plastic items for storage, such as dairy product containers, let the food cool before storing, then refrigerate it immediately. Avoid visibly damaged, stained or unpleasant smelling plastics and containers. Never heat or store food in plastic containers that were not intended for food.
• Do not use silicone cookware at temperatures above 220°C (428°F) as it will melt if exposed to high temperatures . You should also be careful when removing hot foods from flexible silicone cookware, as the food may slide out very quickly.
by. Ignatius Zaldy ( Director of My Meal Catering, 1st Organic Catering in Indonesia) just for Brawijaya Women and Children Hospital, Jakarta. 4 June 2009
References
Agarwal P, Srivastava S, Srivastava MM, Prakash S, Ramanamurthy M, Shrivastav R, Dass S. Studies on leaching of Cr and Ni from stainless steel utensils in certain acids and in some Indian drinks. Sci Total Environ. 1997 Jul 1;199(3):271-5.
Gramiccioni L, Ingrao G, Milana MR, Santaroni P, Tomassi G. Aluminium levels in Italian diets and in selected foods from aluminium utensils. Food Addit Contam. 1996 Oct;13(7):767-74.
Katz SA, Samitz MH. Leaching of nickel from stainless steel consumer commodities. Acta Derm Venereol. 1975;55(2):113-5.
Powley CR, Michalczyk MJ, Kaiser MA, Buxton LW. Determination of perfluorooctanoic acid (PFOA) extractable from the surface of commercial cookware under simulated cooking conditions by LC/MS/MS. Analyst. 2005 Sep;130(9):1299-302. Epub 2005 Jul 28.
Rajwanshi P, Singh V, Gupta MK, Dass S. Leaching of aluminium for cookwares: A review. Environmental Geochemistry and Health;19 (1). 1997. 1-18.
Rajwanshi P, Singh V, Gupta MK, Kumari V, Shrivastav R, Ramanamurthy M, Dass S. Studies on aluminium leaching from cookware in tea and coffee and estimation of aluminium content in toothpaste, baking powder and paan masala. Sci Total Environ. 1997 Jan 30;193(3):243-9.
Takagi Y, Matsuda S, Imai S, Ohmori Y, Masuda T, Vinson JA, Mehra MC, Puri BK, Kaniewski A. Survey of trace elements in human nails: an international comparison. Bull Environ Contam Toxicol. 1988 Nov;41(5):690-5.

Bagi sebagian besar orang saat mendengar kata kolesterol yang akan terlintas dalam pikiran adalah makanan yang mengandung lemak tinggi, obesitas, dan serangan jantung, dan pasti membuat khawatir. Padahal tak selalu yang dianggap buruk akan mengganggu kesehatan.
“Bila hasil pemeriksaan laboratorium Anda memperlihatkan tingkat kolesterol yang tinggi, Anda tak perlu panik. Anda boleh merasa khawatir apabila terdapat beberapa faktor resiko lainnya,” kata Susanne Bilz, seorang ahli nutrisi di Lembaga Pusat Penelitian klinis di Dresden, Jerman Barat, seperti dikutip dari Agen berita Jerman DPA, Jumat (10/08).
“Kolesterol sangat penting dalam hal memproduksi struktur dinding sel-sel manusia,” kata Achim Weizel dari Masyarakat untuk memerangi gangguan system lipid yang berkaitan dengan penyakit yang berkantor di Munich.
Empedu melakukan pencernaan terhadap lemak yang juga berasal dari kolesterol dan penting dalam membangun penghalang bagi hormon dan vitamin .
Tubuh manusia memproduksi dua pertiga dari kebutuhan kolesterol dan sisanya datang dari makanan yang kita terima tiap hari. kolesterol sama dengan lemak. Lemak tak larut dalam air, karenanya sangat bergantung kepada aliran darah untuk menyebarkannya ke seluruh tubuh.
“Karenanya tubuh menambahkan protein dan memproduksi lipoprotein,” kata Bilz.
Lipoprotein yang paling penting yang diproduksi oleh tubuh adalah lipoprotein dengan densitas yang rendah (LDL) dan protein dengan densitas yang tinggi (HDL). LDL umumnya disebut atau dianggap sebagai lemak jahat, yang disebarluaskan ke seluruh sel bagian tubbuh oleh hati.
“Kelebihan LDL yang tak dibutuhkan dalam sel disimpan dalam darah,” demikian Bliz menjelaskan.
Dan saat itulah HDL memulai memainkan perannya, dengan membawa kembali kelebihan LDL ke organ hati, ” kata Elisabeth Steinhagen-Thiessen dari Departemen Metabolisme Rumah sakit Charite di Berlin.
Untuk alasan itulah HDL disebut sebagai kolesterol baik. Dalam situasi normal dan ideal fungsi siklus HDL/LDL membantu satu dengan yang lain.
Apabila konsentrasi LDL terlalu tinggi, maka akan disimpan di pembuluh darah di sekitar jantung yang sempit. Plak tertimbun didalam pembuluh darah tersebut, permukaan pembuluh darah dapat rusak bahkan robek yang dapat membawa akibat terjadinya penggumpalan darah yang akan menyumbat aliran darah, yang dapat membawa akibat akan terjadinya serangan jantung atau stroke” kata Weizel menjelaskan.
Apabila kadar LDL tinggi hal itu berarti kadar lemak tinggi. Namun walaupun hal tersebut dikonfirmasikan oleh dokter, terapi belum tentu dibutuhkan.
“Keadaan resiko tinggi ditentukan dengan melihat semua faktor yaitu kebiasaan merokok, diabetes, tekanan darah tinggi, kecenderungan genetik atau kelebihan berat badan,” kata Weizel.
Hanya apabila faktor-faktor tersebut diatas ada maka pasien pantas merasa khawatir.
“Pola makan ala ‘Mediterania’ yaitu makan ikan, banyak buah-buahan, dan sayur-sayuran seringkali diajukan sebagai pilihan.
“Ikan laut yang mempunyai kandungan lemak seperti mackerel, salmon atau herring memiliki lemak omega 3 yang amat berguna bagi kesehatan,” kata Weizel.
Kebalikannya lemak hewan berdarah merah seperti sapi, kambing, babi dan domba dapat menaikkan tingkat kolesterol.
Udo Pollmer dari Lembaga ilmu Nutrisi dan Pangan di Gemmingen dekat Heilbronn memiliki pendapat yang berbeda.
“Apabila asupan kolesterol berkurang melalui pola makan, maka tubuh akan memproduksi lebih banyak.”
“Hal itu berarti tingkat kolesterol seseorang untuk jangka panjang tak dapat dikontrol melalui diet (pola makan).
“Minyak sayur umumnya mengandung lemak tak jenuh, dan yang terbaik adalah minyak zaitun,” kata Bilz.
“Makanlah daging dua kali dalam seminggu dan ikan dengan banyak sayur-sayuran dan buah-buahan tiga kali dalam sepekan,” kata Steinhagen-Thiessen.
Weizel mengatakan tingkat HDL dapat dinaikkan dengan melalui olahraga.
“Setiap orang yang melakukan kegiatan olah raga sebanyak tiga atau empat kali dalam sepekan akan dapat menaikkan tingkat HDL,” kata Weizel menambahkan.
Sumber : www.idionline.org

Kolesterol dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit. Kolesterol yang tinggi tidak hanya dialami oleh orang yang bertubuh gemuk, tapi orang yang kurus tidak berarti kolesterolnya rendah. Ini juga dapat menimpa orang-orang yang masih muda. Berbagai kalangan umur, harus berusaha menjalani pola hidup yang sehat agar dapat menjaga kolesterol dalam darahnya tetap normal.
Dalam tubuh terdapat lemak terdiri dari kolesterol jahat yang biasa disebut LDL (Low Density Lipoprotein) dimana lemak ini dapat menempel pada pembuluh darah. Sedangkan kolesterol baik yang dikenal dengan HDL (High Density Lipoprotein) merupakan lemak yang dapat melarutkan kandungan LDL dalam tubuh. Kolesterol normal dalam tubuh adalah 160-200 mg, maka penumpukan kandungan LDL harus dicegah agar tetap dalam keadaan normal. Berikut beberapa tips agar Anda dapat mengontrol kolesterol dalam darah.
Diet
Konsumsi makanan yang rendah lemak dan kolesterol. Misalnya dengan mengkonsumsi susu tanpa lemak dan mengurangi konsumsi daging. Pilihlah makanan dengan kandungan lemak tak jenuh daripada kandungan lemak jenuh. Minyak yang digunakan untuk menggoreng secara berulang-ulang dapat meningkatkan kadar kolesterol, maka ada baiknya Anda mengurangi konsumsi makanan yang digoreng.
Konsumsi makanan berserat
Lebih banyak mengkonsumsi makanan berserat seperti gandum, kacang-kacangan, sayur-sayuran dan buah-buahan. Jenis makanan ini dapat menyerap kolesterol yang ada dalam darah dan mengeluarkannya dari tubuh.
Konsumsi antioksidan
Antioksidan banyak terdapat dalam buah-buahan seperti jeruk, strawbery, pepaya, wortel, atau labu. Mengkonsumsi bawang putih secara teratur juga dapat menurunkan kadar kolesterol.
Hindari alkohol dan merokok
Dengan merokok atau mengkonsumsi alkohol, kolesterol akan mudah menumpuk dalam aliran darah.
Olahraga
Berolahraga secara teratur sesuai dengan umur dan kemampuan. Jaga agar berat tubuh Anda tetap ideal.
Makanan sehat, hati-hati, berbahaya atau pantang?
Seperti disebutkan diatas, makanan merupakan hal penting yang dapat menyebabkan kolesterol. Tabel pada postingan sebelumnya dapat Anda jadikan acuan makanan apa saja yang sebaiknya Anda makan atau dapat dikurangi konsumsinya.
Next Page »